Subscribe:

Senin, 23 April 2018

Diantara Sebab Datangnya Musibah

Sebab Musibah
Sebab Musibah
Kehidupan seorang hamba akan selalu berubah dan tidak berhenti dalam satu kondisi. Terkadang seseorang merasakan lapang, kadang juga sempit, kadang sehat kadang pula sakit, dan terkadang mendapat kenikmatan juga tak terlepas dari tertimpa musibah dan ujian.

Dalam kondisi senang, bahagian, lapang banyak orang yang mampu melewatinya dengan baik. Walaupun kita juga melihat banyak dari mereka yang di uji dengan kesenangan banyak yang tidak mampu bertahan. Sehingga banyak dari mereka yang juga tertipu dengan kesnangan itu. Mereka anggap sebagai nikmat namun ternyata adalah istidroj. Sehingga mereka manfaatkan kelapangan yang Allah berikan tersebut di jalan yang salah. 

Begitu juga berapa banyak orang yang di timpa musibah, yang mereka justru mengeluh dengan keadaannya. Dengan sulitnya kondisi yang di rasa membuat banyak dari kita yang mengeluh, dan sulit untuk bersabar. Banyak kata yang terucap berupa keluh kesah, bahkan sampai pernah terdengar di telinga kita ucapan salah apa aku ini, sehingga Allah turunkan musibah ini dan itu

Tentu dengan sikap seperti ini bukanlah kebaikan yang akan kita dapatkan. Justru musiba diatas musibah. Musibah pertama ia sikapi dengan sikap yang dapat mendatangkan musibah berikutnya. 

Karena memang diantara sebab sebab turunnya musibah bagi manusia adalah di karenakan dosa dosa yang ia perbuat. 

Jadi ketika sedang di dera musibah, jangan sampai terucap ucapan - ucapan yang seolah - olah kita tidak pernah melakukan dosa seperti ucapan yang kami kutip diatas. 

Jika seandainya kita mau jujur, maka berapa banyak dosa yang kita perbuat perharinya. Dosa kepada Allah dalam ucapan maupun amalan. Berapa banyak ucapan dari lisan kita yang keluar itu ternyata dari kata kata yang menimbulkan dosa. Bahkan kepada sesama kitapun lisan kita tak terlepas dari kesalahan, mungkin ghibah mungkin namimah, dan selainnya. Dan jika di data, tentu berapa banyak kesalahan yang akan kita catat dalam data tersebut ? dan mungkin saja tangan kita tidak akan mampu mencatat nya. 

Maka dalam keadaan demikian, sangat tidak layak bagi kita untuk mengucapkan ucapan - ucapaan diatas atau yang semisal dengannya. 

Mungkin juga ada sebagian kita yang merasa berat ketika akan melakukan ibadah. Begitu banyak gangguan gangguan yang merintangi ibadah. Hal ini bisa saja di sebabkan oleh dosa - dosa yang telah kita perbuat sebelumnya. 

Maka untuk selamat keluar dalam kondisi ini, hendaknya setiap kita selalu beristigfar dan selalu mohon ampun kepada Allah ta'ala. Karena hanyalah dengan Taubat insyaa Allah musibah akan diangkat. 

Mudah mudahan juga dengan istigfar ini Allah mudahkan bagi kita jalan jalan menuju kepada ketaatan kepada Allah. Karena tidaklah satu ketaatan kecuali akan mengajak kita kepada ketatan ketaatan berikutnya. Wallahu a'lam. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar