Subscribe:

Rabu, 02 Mei 2018

Potret Salaf Dalam Membaca Al Quran

Potret salaf dalam membaca al Quran
Potret salaf dalam membaca al Quran
Diantara amalan yang seharusnya menjadi ciri khas seorang muslim salah satunya yaitu membaca Al- Qura'an. Apalagi pada bulan sya'ban ini, yang insyaa Allah kita juga segera memasuki bulan Ramdhan, bulan al-Qur'an. Maka tentunya kita lebih giat lagi dalam membaca dan mentadabburi Al-Qur'an. 

Bukan masalah sebaliknya, justru kita terlalaikan oleh kegiatan lainnya, kegiatan dunia. Yang memang ujian di bulan - bulan ini yaitu kesibukan mencari dunia. 

Tentu dalam membaca al-Qur'an ini bukan hanya sekedar membacanya saja sekilas lewat. Sehingga tidak ada bekas yang timbul di dalam hati ketika membacanya. Namun yang hendaknya menjadi perhatian kita yaitu membacanya serta mentadabburi kandungan - kandungan di dalam ayat yang ada di dalamnya. 

Potret Salaf Saat Membaca Al-Quran

Mari kita mengambil salah satu Protret Salaf dalam berinteraksi dengan Al-Quran. Bahwasannnya suatu ketika Sahabat yang mulia Abdullah bin Mas'ud Radhiallahu 'anhu  membaca Surat Al-Muthaffifin. Tatkala beliau sampai pada ayat yang berbunyi, "Yaitu hari ketika manusia berdiri menghadap Rabb semesta lam" maka baliau pun menangis hingga bersimpuh tidak mampu melanjutkan ayat berikutnya. 

Tentu alasan mengapa Sahabat yang mulia Abdullah bin Mas'ud radhiallahu 'anhu  sampai menangis dan bersimpuh membaca ayat tersebut bukan karena hanya sekedar memaca al_Qur'an itu. Tapi juga merengi maknanya, dan membayangkan apa yang terjadi ketika hari yang besar itu. Maka disini tentu dalam membacanya perlu hadirnya hati dan konsentrasi tentunya keikhlasan. 

Melalui kisah ini juga kita bisa melihat menangis ketika membaca Al-Quran bukanlah perkara yang tercela. Justru ini salah satu tanda baik nya hati. Jika seorang tidak ada getaran ketika di bacakan Al-Quran dan justru malah berpaling atau mengacuhkannya, maka ini tanda bahaya bagi kita. 

Maka mari kita sambut bulan yang penuh berkah esok dengan berbagai macam semangat Ibadah. Mari kita perbanyak interaksi kita dengan al-Quran. Mari kita hadirkan hati kita ketika membaca Al-Quran. Dan mari kita jadikan acuan kita dalam beramal Sholeh adalah para Salaf, yaitu Salufush Sholeh. 

Mudah-mudahan Allah mudahkan kita untuk beramal ketaatan, beribadah, dan lebih banyak berinteraksi dengan Al-Quran yang agung ini. Aamiin. Wallahu a'lam. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar