• Pendaftaran Group WA RBM Quotes

    Saat ini Rumah Belanja Muslim membuka Group WhatsApps (WA) khusus akhwat. Group ini kami beri nama “RBM Quotes”. Gabung di group inu GRATIS, siapa saja boleh gabung asal muslimah dan siap menjaga adab dan mematuhi peraturan Group.

  • Kain Shakila

    Pernah dengar kain shakila ? Atau pernah liat kain shakila ? Apakah jenis kain shakila ini adem dan bagus ? Yuk kita sedikit ulas kain shakila yang sekarang lagi banyak diminati ini.

  • Untuk Apa Medsos Kita

    Untuk apa sosmed kita ? Mungkin ini adalah pertanyaan yang tepat yang dapat kita tujukan kepada diri kita masing - masing....

  • Mengapa Anak Berbusana Syar'i Sejak Dini ?

    Melihat anak - anak yang belum baligh memakai busana syar'i bahkan ada yang di pakaikan cadar oleh orang tuanya. Mungkin ada sebagian dari kita yang bertanya - tanya. Emang harus ya anak - anak di kasih baju seperti itu ?

  • Jangan Malu Memakai Sirwal Laa Isbal

    Kalimat ini mungkin cocok untuk kita sampaikan kepada saudara - saudara kita yang ingin berhijrah mengenakan pakaian yang Islami, namun masih sungkan dan malu - malu memakainya.

Tampilkan postingan dengan label Berita Oh Berita Selektif Menerima dan Menyebar Berita. Tampilkan semua postingan

Berita Oh Berita – Selektif Menerima dan Menyebar Berita

0 komentar
Berita Oh Berita – Selektif Menerima dan Menyebar Berita

Portal Berita Kekinian 


Web berita, belakangan ini memenuhi beranda medsos kita. Terutama berita-berita yang lagi ngehit dan kekinian seputar politik dan sejenisnya.

Berbagai macam judul berita yang WAAW, HEBOOH dan FANTASTIS melintasi beranda Medsos.

Berbagai macam portal berita yang namanya masih terasa asing banyak beredar viral di media sosial.

Telisik punya telisik, ternyata banyak web-web "prematur" bermunculan. Dengan usia yang begitu muda, bahkan baru dibuat sudah berisi posting berita yang begitu banyak.

Isi beritanya juga ternyata pembentukan citra dan penggiringan opini.
Macam-macam tulisan berita yang hebooh disebar.

Terkadang kita temui berita yang antara JUDUL dengan ISI sama sekali tidak nyambung.
Mungkin mereka sadar banyak di kita yang tidak terlalu suka membaca.

Ketika kebanyakan orang hanya BACA JUDUL saja tanpa perhatikan KONTEN BERITANYA, maka berhasilah pembentukan opini mereka.

Akhirnya banyak info miring, berita sumbang, yang dari satu sumber ke sumber lain bersebrangan. Tidak heran karena memang mungkin berita hanya dijadikan sarana PEMASARAN CITRA.

Perhatian Terhadap Agama 


Maka sikap kita sebagai MUSLIM hendaknya lebih perhatian lagi dengan AGAMA kita.

JANGAN ASAL SEBAR BERITA yang kita tidak mengetahui hakikatnya. Apalagi share berita tanpa ada kroscek dan perhatian terhadap sumbernya. Ingatlah bahwasannya Allah ta'ala berfirman,

وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَوَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا

"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (QS Al-Isroo' : 36)

JANGAN SAMPAI kita jadi alat pencitraan person tertentu.

Apalagi jadi alat menjatuhkan kehormatan orang lain oleh sebagian orang yang tujuan beritanya hanyalah untuk dunia dan politik yang fana. 

Ingat setiap perbuatan kita pasti di catat dan kelak kita akan di minta pertanggung jawaban atasnya.

مَّايَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلاَّ لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

Tiada suatu ucapanpun yang diucapkan, melainkan ada di dekatnya Malaikat pengawas yang selalu hadir”. (Qaf : 18)

Maka mari lebih berhati-hati lagi terhadap berita-berita yang tersebar bebas di media sosial yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebanarannya. 

Sikap Kita Terhadap Berita 


Sebelum menerima berita, perhatikan sumbernya, perhatikan siapa yang menulis dan untuk apa dia menulis. Apakah media tersebut netral sebagai media berita yang Ilmiyah, ataukah hanya sebagai alat politik. Apakah konten dari berita itu berkualitas atau hanya sekedar isu yang tidak bisa di pertanggung jawabkan. 

dan yang penting lagi, perhatikan ketika kita menyebar berita tersebut apakah akan berdampak buruk, keributan, perdebatan atau tidak. 

Jika seandainya dengan kita menerima dan menyebarkan berita yang menyebabakan permusuhan, keributan maka akan lebih baik kita diam darinya. 

Mari kita membuat timbangan perilaku kita menjadi lebih selektif lagi. Jangan bertindak dahulu baru difikir. Yang kebanyakan sikap seperti ini akan menimbulkan kerusakan dan penyesalan. 

Buatlah pertimbangan maslahat dan mudhorot. Jika seandainya apa yang kita lakukan itu mengandung masalahat yang lebih besar maka tentu tidak ada alasan untuk diam. 

Namun jika apa yang kita lakukan berpotensi kerusakan yang lebih besar daripada manfaatnya, maka lebih baik bagi kita untuk berhenti dan diam darinya. 

Wallahu a'lam.

Abu Mumtazah

Read More »