• Pendaftaran Group WA RBM Quotes

    Saat ini Rumah Belanja Muslim membuka Group WhatsApps (WA) khusus akhwat. Group ini kami beri nama “RBM Quotes”. Gabung di group inu GRATIS, siapa saja boleh gabung asal muslimah dan siap menjaga adab dan mematuhi peraturan Group.

  • Kain Shakila

    Pernah dengar kain shakila ? Atau pernah liat kain shakila ? Apakah jenis kain shakila ini adem dan bagus ? Yuk kita sedikit ulas kain shakila yang sekarang lagi banyak diminati ini.

  • Untuk Apa Medsos Kita

    Untuk apa sosmed kita ? Mungkin ini adalah pertanyaan yang tepat yang dapat kita tujukan kepada diri kita masing - masing....

  • Mengapa Anak Berbusana Syar'i Sejak Dini ?

    Melihat anak - anak yang belum baligh memakai busana syar'i bahkan ada yang di pakaikan cadar oleh orang tuanya. Mungkin ada sebagian dari kita yang bertanya - tanya. Emang harus ya anak - anak di kasih baju seperti itu ?

  • Jangan Malu Memakai Sirwal Laa Isbal

    Kalimat ini mungkin cocok untuk kita sampaikan kepada saudara - saudara kita yang ingin berhijrah mengenakan pakaian yang Islami, namun masih sungkan dan malu - malu memakainya.

Tampilkan postingan dengan label Hijrah Hati Menuju Allah. Tampilkan semua postingan

Hijrah Yuuuk

0 komentar
Hijrah Yuuk
Hijrah Yuuk
Hijrah belakangan ini cukup populer di telinga kita. Khususnya di kalangan pengajian. Begitu banyak judul bahkan komunitas yang di beri nama yang mengandung kata hijrah ini. Bahkan begitu banyak kajian - kajian Islam yang bertemakan hijrah.

Lalu sebenarnya apa sih yang di maksut dengan hijrah itu sendiri ? Mungkin sebagian kita sering mendengar istilah hijrah ini berkaitan dengan berpindahnya salah seorang atau sekelompok orang dari satu tempat ke tempat lain. Sebagaimana hijrah nya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dari Makkah ke Madinah. 

Untuk mendekatkan pemahaman mengenai hijrah yang kami maksut di sini. Mungkin kita bisa mengutip apa yang telah di sebutkan oleh Imam Ibnul Qayyim rahimahullah yang menyebutkan dua jenis hijrah. 

Yang pertama hijrah yang beliau maksut adalah hijrah jasmani, yaitu hijrah dari sebuah negeri ke negeri yang lain. Yang kedua, hijrah hati menuju Allah dan Rasul-Nya. Dan hijrah ini adalah hijrah yang hakiki. Sedangkan hijrah jasmani adalah cabang dari hijrah ini. 

Beliau juga menyebutkan, hijrah ini memiliki kandungan pengertian dari sesuatu kepada sesuatu. Artinya hijrah itu memiliki titik tolak dan tujuan yang hendak di capainya. 

Oleh karena itu, seseorang harus berhijrah dengan hatinya dari mencintai selain Allah kepada mencintai-Nya, dari menyembah selain Allah, kepada menyembah-Nya, dari takut, berharap, dan tawakkal kepada selain Allah, menuju takut berharap, tawakkal kepada-Nya, dari meminta, memohon, tunduk, dan merendah di hadapan selain Allah, kepada meminta, memohon, tunduk dan merendah hanya kepada-Nya.

Beliau rahimahullah meneruskan dan inilah yang di sebut dengan alfiraar ilallah 'berlari menuju Allah' sebagaimana Firman Allah ta'ala di dalam al-Quran, 

فَفِرُّوا إِلَى اللَّهِ 

"Maka berlarilah menuju Allah" (QS. Adz Dzariyat : 50)

Berkaitan dengan hijrah ini, ada sebuah hadits dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang patut untuk kita perhatikan, 

"Seorang muhajir (orang yang berhijrah) adalah orang yang meninggalkan apa - apa yang di larang oleh Allah" (Muttafaqun 'alaih)

Dari sini dapat kita katakan hijrah itu bukan hanya label atau sebutan atau ikut pada komunitas tertentu. Sehingga seseorang cukup mengaku bahwa dirinya telah berhijrah, namun ia masih melakukan hal - hal yang di haramkan Allah ta'ala, dan hanya merubah cover jadi lebih Islami. Padahal apa yang di lakukan masih sama pada hakikatnya. 

Sebut saja seorang yang suka mendengarkan musik, seorang yang suka bermain musik, nyanyi dan sejenisnya. Ketika ia hendak hijrah menuju Allah, maka hendaknya ia tinggalkan ini semua. Dan bukan hanya merubah label musik mejadi musik Islami. Karena musik itu sendiri hukumnya haram di dalam Islam.

Maka hendaknya setiap seorang yang akan berhijrah, ia perhatikan dirinya. Jangan sampai hijrah ini hanya jadi sebatas selogan saja. Sementara perjalanannya masih di situ situ saja. 

Hijrah itu adalah hakikat dan bukan cover. Hijrah itu adalah dengan engkau meninggalkan apa - apa yang engakau sukai karena mengharap kerdhoan Allah ta'ala. Dan bukan hanya merubah label. 

Kapan Hijrah ?

Nah sekarang kita sudah sedikit memahami makna dari hijrah. Maka pertanyaannya kapan kita akan hijrah ? 

Jawabnya sekarang juga. Jangan menunggu nanti kalau sudah tua. Karena kita tidak pernah tau apakah kita akan hidup sampai tua. Sementara mati, pasti kita akan mati. 

Jika kita tidak tau apakah kita masih bisa hidup sampai tua, apakah esok masih ada usia, sementara kematian itu pasti. Maka hendaknya setiap kita tidak menunda - nunda lagi untuk berhijrah menuju Allah. Tidak ada waktu lagi untuk kita ambil haluan perjalanan kita menuju Allah ta'ala. 

Sekaranglah waktunya berhijrah. Bukan nanti, besok atau lusa. Karena kematian tidak menunggu hijrah kita.

Semoga Allah karuniakan kepada kita semua anugrah hidayah untuk kita dapat berjalan di atas jalan Islam. Agar kita tetap berjalan diatas jalan istiqomah berdasarkan al-Quran dan Sunnah dengan pemahaman yang benar. Dan semoga Allah ta'ala memberikan khusnul khotimah di akhir usia kita. Amiin. 

Wallahu a'lam. 

Abu Mumtazah Wahyu 

Read More »

Untukmu Yang BerHijrah

0 komentar
Untukmu Yang Hijrah Menuju Allah
Untukmu Yang Hijrah Menuju Allah
Untukmu yang berhijrah menuju Allah

Ketahuilah, jalan hijrah itu bukanlah perjalanan yang mulus tanpa liku
Bukan pula jalan yang di atasnya di hamparkan karpet merah tanpa debu
Bukan pula perjalanan rihlah yang diiringi senandung merdu lagu melayu

Namun ...

Ingatlah kawan
Perjalanan hijrah itu adalah perjalanan yang berliku yang penuh onak dan duri
Perjalanan yang penuh dengan ujian dan rintangan yang menanti
Perjalanan yang berat yang membutuhkan hidayah untuk kita mampu berlari

Maka persiapkanlah mentalmu wahai diri
Injakkan kaki di majelis Ilmu Syar'i
Tunduk dan patuhlah terhadap aturan Rabb pencipta langit dan bumi
Mudah - mudahan Allah ta'ala menentapkan hidayah di dalam hati

Admin | www.RumahBelanjaMuslim.Blogspot.Co.Id

Read More »

Hijrah Bukan Hanya di Baju atau Di Dagu

0 komentar
Hijrah Hati Menuju Allah
Hijrah Hati Menuju Allah
Saat ini kata hijrah sudah menjadi kata yang lazim dan sering kita dengar di sekitar kita. Ketika seseorang yang dahulunya adalah pelaku maksiat, kemudian ia betaubat dari perbuatan maksiatnya lalu di katakan bahwasannya ia telah ber hijrah. 

Begitu juga kita juga melihat ketika ada seseorang yang tadinya tidak berpenampilan Islami, kemudian ia berubah berpenampilan Islami, yang laki laki berjenggot yang wanita bercadar atau jilbab panjang juga di sebutkan padanya telah hijrah. 

Hijrah menurut Imam Ibnul Qoyyim terbagi menjadi dua macam.Yang pertama hijrah jasmani yaitu pindahnya seseorang dari sebuah negeri ke negeri yang lain. Yaitu hijrah dari negeri kafir ke negeri muslim. Dan yang kedua yaitu Hijrah Hati Menuju Allah dan Rasul-Nya. Dan inilah hijrah yang hakiki, sedangkan hijrah jasmani merupakan cabang dari hijrah hati ini. 

Maka hijrah memiliki pengertian perubahan dari suatu kondisi kepada kondisi lain yang di tuju. Oleh karena itu seseorang harus berhijrah dengan hatinya dari mencintai selain Allah kepada mencintai Allah, dari menyembah kepada selain Allah, menuju menyembah hanya kepada-Nya, dari takut, harap, dan tawakal kepada selain Allah, menuju takut, haram dan tawakkal hanya kepada-Nya dan inilah yang di sebut al firal ilallah, "berlari menuju Allah".

Sebagaimana firman Allah ta'ala dalam Surat Adz-Dzariyat ayat 50 yang artinya "Maka berlarilah menuju Allah". 

Yaitu berlari dari Allah menuju Allah, berlari dari murka Allah menuju Rahmat Allah, berlari dari kejahilan menuju kepada Ilmu, berlari dari ketaatan kepada Syaitan menuju ketaatan kepada Ar Rahman jalla jalaluh. 

Maka jika kita melihat penjelasan tersebut, penampilan fisik merupan bagian dari cabang hijrah hati menuju Allah. Karena pokok dari hijrah nya seseorang itu adalah pada hati nya. Dimana ketika hati seseorang sudah mampu untuk hijrah dari Allah menuju Allah, maka raganya akan mengikuti hati tersebut. 

Namun  ketika hati seorang hamba belum mampu untuk berhijrah, belum siap dan mungkin bahkan belum berijrah menuju Allah. Walaupun raganya telah nampak tanda tanda hirah, terkadang hal ini menjadikan hijrahnya menjadi lemah. 

Maka tak jarang kita lihat dari beberapa orang di sekitar kita yang nampak telah hijrah dari fisiknya, namun ternyata ia tidak bisa istiqomah dalam jalan hijrah nya akhirnya ia kembali kepada habitat semula kepada keburukan. Mungkin saja hal ini di sebabkan ia belum mengimplementasikan hijrah hati menuju Allah yang sesungguhnya. 

Jadi hijrah itu bukan hanya masalah kalian sudah berubah bentuk fisik, atau sudah merubah gaya biacara dan panggilan, dan sejenisnya. Namun yang lebih penting dari itu semua yaitu menghijrahkan hati kita menuju kepada Allah. dari kejhailan menuju Ilmu. Sehingga kita akan lebih koh berjalan di atas jalan hijah. DImana ilmu ini adalah sebaik baik bekal untuk kita hijrah menuju kepada Allah dan Rasul-Nya. 

Admin 

Read More »