• Pendaftaran Group WA RBM Quotes

    Saat ini Rumah Belanja Muslim membuka Group WhatsApps (WA) khusus akhwat. Group ini kami beri nama “RBM Quotes”. Gabung di group inu GRATIS, siapa saja boleh gabung asal muslimah dan siap menjaga adab dan mematuhi peraturan Group.

  • Kain Shakila

    Pernah dengar kain shakila ? Atau pernah liat kain shakila ? Apakah jenis kain shakila ini adem dan bagus ? Yuk kita sedikit ulas kain shakila yang sekarang lagi banyak diminati ini.

  • Untuk Apa Medsos Kita

    Untuk apa sosmed kita ? Mungkin ini adalah pertanyaan yang tepat yang dapat kita tujukan kepada diri kita masing - masing....

  • Mengapa Anak Berbusana Syar'i Sejak Dini ?

    Melihat anak - anak yang belum baligh memakai busana syar'i bahkan ada yang di pakaikan cadar oleh orang tuanya. Mungkin ada sebagian dari kita yang bertanya - tanya. Emang harus ya anak - anak di kasih baju seperti itu ?

  • Jangan Malu Memakai Sirwal Laa Isbal

    Kalimat ini mungkin cocok untuk kita sampaikan kepada saudara - saudara kita yang ingin berhijrah mengenakan pakaian yang Islami, namun masih sungkan dan malu - malu memakainya.

Tampilkan postingan dengan label Akhlak Pengusaha Muslim. Tampilkan semua postingan

Fokus Usaha Halal, Akhlak Pengusaha Muslim

0 komentar

Diantara akhlak yang harus dimiliki oleh seorang pengusaha muslim adalah bahwasannya seorang muslim hanya berusaha dan berbisnis di bidang-bidang usaha yang halal – halal saja. Tidak akan seorang pengusaha muslim memaksakan diri menerjang syariat Allah hanya demi mengejar materi dunia. Dan akhlak pengusaha muslim inilah yang membedakan antara pengusaha muslim atau pebisnis muslim dengan yang lainnya. 
  
Fokus Usaha Halal Akhlak Pengusaha Muslim

Dalam melaksanakan kegiatan bisnis atau usaha dalam kesehariannya seorang pengusaha muslim hendaknya selalu memperhatikan Firman Allah subahanahu wa ta’ala beriukut, artinya,

Dan (Allah) menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk, dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (al-qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (AQ. Al-A’raf : 157)

Setiap muslim hendaknya memperhatikan apa – apa yang terdapat dalam rujukan hidupnya yaitu al-Qur’an. Maka firman Allah diatas sudah cukup untuk seorang muslim berfokus dalam segala hal khususnya dalam masalah usaha membatasi diri dari hal-hal yang halal saja, dan menjauhkan diri dari hal-hal yang haram yang dapat mengundang kemurkaan Allah subahanahu wa ta’ala.

Dengan kita hanya mencari rizki di jalan yang di halalkan Allah saja, maka harta ini aman di tangan seorang muslim, dan tidak akan malah justru berubah menjadi alat perusak mental dan akhlak seorang pengusaha muslim. Dan akhirnya harta yang dimiliki dengan jalan yang halal tersebut dapat berfungsi sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan mengundang kebaikan, berkah, dan kebahagiaan.

Tidakkah kita melihat dari orang-orang yang mencari harta dari jalan-jalan yang diharamkan Allah bahwasannya harta tersebut malah menjadi perusak bagi mereka. Rusak akhlak mereka, rusak akidah mereka, rusak mental, dan rusaklah hatinya. Dan tidak jarang dari kalangan orang-orang yang mengambil harta dari jalan yang haram mendapat adzab yang disegerakan olehh Allah didunia.

Ketika harta itu didapat dari usaha – usaha yang diharamkan Allah, entah dari menjual barang-barang haram seperti minuman keras, obat-obat terlarang, narkotika, rokok, alat-alat music atau didapat dengan cara korupsi, menipu, sogok, MLM, mengambil harta dengan tidak hak dan lain sebagainya, maka harta ini tidak akan menentramkan pemiliknya, tidak akan menimbulkan kebahagiaan dan justru berpotensi merusak jiwa dan raga seorang muslim.

Sebagai nasihat, ingtalah Firman Allah subhanahu wa ta’ala berikut, artinya,

Katakanlah, ‘Tidaklah sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertaqwalah kepada Allah hai orang-orang yang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan’.” (QS. Al Maidah : 100)

Ungkapan ‘yang buruk’ bisa berlaku bagi ucapan, ketetapan, dan perbuatan, atau sikap penolakan yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Maka hendaklah seorang muslim dalam usahanya mencari rizki harta di dunia adalah bertujuan akhirat. Jangan sampai kita menjadi orang-orang yang terlalaikan dari akhirat hingga menjadi orang yang “Cinta Dunia” secara berlebihan. Akhirnya muncul dari sebgian orang yang terlalikan ini ungkapan “Waktu Adalah Uang”. Setiap waktu dalam hidupnya diukur dengan uang. Apapun yang dikerjakan dalam hidupnya adalah bernilai finansial yang harus dipertimbangkan untung dan ruginya (didunia), dan ia mengabaikan akhirat.
http://rumahbelanjamuslim.blogspot.com/2013/03/jual-gamis-syari.html


Semua waktunya habis sudah untuk berusaha mencari segala macam pernak-pernik dunia dengan segala perhiasannya yang Nampak hijau dan mearik hati. Hingga hatipun lupa dan lalai dari berdzikir dan mengingat Allah.

Maka cukuplah ancaman yang Allah firmankan dalam Al-Qur’an ini hendaknya cukup untuk membuat kita ingat, dan bertaubat kepada Allah jalla jallaluhu, artinya,

Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang serta dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat dari perbuatan mereka itu).” (QS. Al-Hijr: 3)

Dan Nasihat terakhir yang perlu kita renungkan dan amalkan adalah hendaknya kita selalu bertaqwa kepada Allah, dengan menjalankan perintah dan menjauhi apa – apa saja yang dilarang dan di haramkan Allah subahanahu wa ta’ala. Allahlah satu-satunya yang memberikan rizki kepada makhluk-Nya. Allahlah ar Rozzaq, maka jangan pernah mencari harta, berusaha, berbisnis dari hal-hal yang di haramkan Allah subahanahu wa ta'ala. Wallahu a’lam.

Disarikan dengan penambahan dari buku Fikih Ekonomi Islam.


Mari like fanpage kami di RUMAH BELANJA MUSLIM
Akun FB kami di RUMAH BELANJA WHYLUTH

Read More »

Akhlak Pengusaha Muslim - Bagian 1

0 komentar

Pendahuluan
Dalam mencari rizki Alllah banyak cara yang dilakukan oleh manusia. Ada yang mencari rizki dengan cara berdagang, ada yang mencarinya dengan bertani, bekerja, dan ada pula yang mencarinya dengan cara menjadi pegawai pemerintah. Dengan berbagai macam cara ini, manusia beruaha memenuhi kebutuhan hidup dirinya dan keluarganya.
Akhlak Seorang Pengusaha Muslim
Akhlak seorang Pengusaha Muslim
Yang harus difahami dalam setiap keadaan bagi seorang muslim adalah bahwa rizki ini adalah berasal dari Allah ar-Rozzaq. Setiap manusia yang terlahir didunia ini telah ditetapkan rizkinya oleh Allah. Tidak ada yang terlewat satupun, dan tidak akan tertukar rizki kita dengan orang lain.

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya salah seorang di antara kalian dikumpulkan penciptaannya di dalam perut ibunya selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi segumpal darah seperti itu, kemudian menjadi segumpal daging dalam masa seperti itu kemudian diutus kepadanya malaikat lalu dia meniupkan ruh padanya dan diperintahkan baginya untuk menulis empat perkara: Diperintahkan baginya untuk menulis rizkinya, ajal dan amalnya serta apakah dia bahagia atau sengsara.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Maka rizki ini adalah jaminan dari Allah, melebihi apa yang banyak disebut-sebutkan manusia dengan berbagai macam jaminan yang ada. Maka jangan takut akan tidak mendapatkan rizki.

Ingatlah firman Allah subahanahu wa ta’ala berikut :
Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauhulmahfuz).” (QS. Hud: 6)

Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu. Maka demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya yang dijanjikanitu adalah benar-benar (akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan. (QS. Al-Dzaryat: 22-23)

Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rizki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh”. (QS. Adz-Dzariyat : 58)

Dialah sebaik-baik pemberi rizki” (QS. Al-Jumuah: 11)

Dan masih banyak dalam ayat-ayat al-Qur’an yang menjelaskan bahwa hanya Allahlah yang memberikan rizki kepada seluruh makhluknya.

Karena hanya Allah yang memberi rizki maka mintalah rizki itu hanya kepada Allah, dan jangan pernah mencari rizki melalui jalan-jalan yang dimurkai oleh Allah. Karena itu ambilan rizki itu dari jalan-jalan yang halal, toh kalaupun rizki itu diambil dari jalan yang haram, maka sebanyak itupulalah rizki yang akan didapat, tidak akan bertambah dan tidak akan berkurang sedikitpun. Dan inilah pada hakikatnya kita sedang mengumpulkan kerugian yang sangat besar di akhirat kelak.

Dan yang perlu diingat bahwa tidaklah seseorang itu akan meninggalakn dunia ini kecuali telah habis jatah rizkinya. Seperti yang telah di jelaskan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Janganlah kamu merasa bahwa rizqimu telat datangnya, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati, hingga telah datang kepadanya rizqi terakhir (yang telah ditentukan) untuknya, maka tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rizqi, yaitu dengan mengambil yang halal dan meninggalkan yang haram.” (Riwayat Abdurrazzaq, Ibnu Hibban, dan Al Hakim)

Maka jangan takut untuk menjalani hidup di jalan Allah. Jangan takut karena hanya sekedar di takut-takuti oleh pihak-pihak yang berkepentingan memasarkan produk-produk haram dengan memberi was-was jika tidak begini, maka besok kesehatan kita tidak akan terjamin, jika tidak begitu ketika kita kecelakaan tidak dapat membayar rumah sakit, jika tidak begitu nyawa kita terancam, jika tidak ikut ini, maka tidak ada jaminan kesehatan dihari tua.

Seorang muslim yang mengetahui hakikat rizki, dan jaminan Allah, maka mereka tidak akan takut menjalani masa depan. Mereka tidak takut akan takdir di esok hari, dan mereka selalu optimis menjalani hari-hari untuk tetap menjalankan syariat Islam di setiap segi sudut kehidupannya. Karena tidaklah ada jaminan yang paling menjamin manusia dari berbagai mara bencana kecuali hanyalah jaminan Allah jalla jallaluhu.

Mencari Rizki Melalui Jalan Wirausaha

Salah satu jalan yang banyak ditempuh oleh seorang muslim untuk mencari rizki adalah melalui jalan berdagang / berbisnis. Dan memang Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga adalah seorang pedagang. Selain itu banyak keutamaan yang bisa didapat melalui jalan perdagangan ini. Hal ini sebagaimana yang telah di sabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika ditanya tentang pekerjaan atau mata pencaharian yang paling baik, maka beliau bersabda,

Sebaik-baik pekerjaan adalah pekerjaan seorang pria dengan tangannya dan setiap jual beli yang mabrur (diberkahi).” (HR. Ahmad, Al Bazzar, Ath Thobroni dan selainnya, dari Ibnu ‘Umar, Rofi’ bin Khudaij, Abu Burdah bin Niyar dan selainnya).1

Maka hal ini sudah cukup bagi kita seorang muslim untuk dapat menjalankan usaha perdagangan kita melalui jalan-jalan yang halal yang dapat mendatangkan keberkahan dari Allah subhanahu wa ta’ala.

Bahkan, konon yang menyebarkan agama Islam di negeri kita Indonesia ini adalah para pedagang muslim. Nenek moyang kita di zaman dahulu sangat terkesan dengan akhlak yang mulai dari para pedagang muslim. Sampai-samapi selain mereka berdagang mencari rizki dari Allah, merekapun berdakwah dalam penyebaran agama Islam di dumi Nusantara ini yang dahulu mayoritas penduduknya adalah pemeluk agama Hindu Budha. 

Maka ini adalah peluang bagi kita sebagai pengusaha muslim, pebisnis muslim, usahawan muslim, bahwa peluang dakwah ini tidak hanya terbuka bagi para dai-dai, ustadz atau ustadzah saja, namun berdasarkan sejarah ini, maka pedagang muslimpun, pengusaha muslimpun memiliki peluang dakwah menyebarkan agama Islam di negri ini, bahkan di dunia ini. 

Jika kita lihat di saat ini, dari segi kuantitas, maka pemeluk agama Islam, seorang muslim dan muslimah adalah sangat banyak jumlahnya. Namun ternyata banyaknya ini tidak mencerminkan kekutan islam. Banyaknya pemeluk Islam ini ibarat seperti buih di sungai. Karena banyak dari kita yang masih melupakan Sunnah, belum menerapka syariat Islam dalam kehidupannya. Gaya kehidupan mereka masih banyak yang mengadopsi gaya hidupnya orang-orang barat, orang-orang kafir. 

Kaum muslimin di zaman ini masih banyak yang merasa asing dengan syariat Islam. Baik syariat Islam dalam berpakaian, dalam berpenampilan, bertingkah laku, maupun dalam beribadah. Padahal dalil - dalil akan hal tersebut jelas. Namun masih banyak dari saudara kita yang masih mendahulukan kebiasaan, kebudayaan ataupun kata orang. 

Maka disini, sebagai seorang pedagang muslim, kita memiliki peluang mendakwahkan Islam dalam penerapannya sehari-hari. Meng Islamkan orang-orang Islam dengan menerapkan syariat Islam dalam kehidupan sehari, berloyal hanya kepada kaum muslimin, berlepas diri dari orang-orang kafir, dan menjauhi perbuatan-perbuatan maksiat yang dilarang dalam Islam. 

Maka mari kita ulang sejarah para pedagang muslim di zaman dahulu yang telah berniaga sekaligus berdakwah melaui akhlak yang baik yang dipraktekkan dalam muamalahnya.

Tapi disini bukan berarti kita tidak boleh memiliki pekerjaan lain selain menjadi pengusaha atau berdagang. Namun ini merupakan pilihan. Bagi seseorang yang memilih menjadi karyawan, pegawai negeri dan yang lainnya, maka hal ini tidaklah menutup kebaikan yang bisa didapatkannya melalui pekerjaan itu. Karena banyak juga pintu-pintu kebaikan selama manusia bekerja dengan amanah dan hanya mengharap keridhoan Allah subahanhu wata’ala.

Akhlak Yang Harus Dimiliki Oleh Seorang Pengusaha Muslim

Untuk dapat meraih keridhoan dan keberkahan dari Allah dalam menjalan usaha seorang muslim dituntut hanya menjalani jalan-jalan yang di halalkan saja. Tidaklah keberkahan dan keridhoan itu bisa didapatkan melalui jalan usaha yang di haramkan oleh Allah.

Dalam upaya berusaha, berdagang di jalan Allah ini, maka setiap pengusaha muslim dituntut dapat memiliki akhlak-akhlak seorang pengusaha yang baik dengan meneladani akhlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena memang Rasulullah adalah manusia yang paling baik akhlaknya, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga diperintah untuk menyempurnakan akhlak yang baik.

Berikut diantara akhlak-akhlak yang harus dimiliki oleh seorang pengusaha atau usahawan muslim. Insya Allah bersambung..
________________________________________

Referensi : 
1. Fikih Asmaul Husna
2. Fikih Ekonomi Islam 

Note :
1 rumaysho.com

Read More »