• Pendaftaran Group WA RBM Quotes

    Saat ini Rumah Belanja Muslim membuka Group WhatsApps (WA) khusus akhwat. Group ini kami beri nama “RBM Quotes”. Gabung di group inu GRATIS, siapa saja boleh gabung asal muslimah dan siap menjaga adab dan mematuhi peraturan Group.

  • Kain Shakila

    Pernah dengar kain shakila ? Atau pernah liat kain shakila ? Apakah jenis kain shakila ini adem dan bagus ? Yuk kita sedikit ulas kain shakila yang sekarang lagi banyak diminati ini.

  • Untuk Apa Medsos Kita

    Untuk apa sosmed kita ? Mungkin ini adalah pertanyaan yang tepat yang dapat kita tujukan kepada diri kita masing - masing....

  • Mengapa Anak Berbusana Syar'i Sejak Dini ?

    Melihat anak - anak yang belum baligh memakai busana syar'i bahkan ada yang di pakaikan cadar oleh orang tuanya. Mungkin ada sebagian dari kita yang bertanya - tanya. Emang harus ya anak - anak di kasih baju seperti itu ?

  • Jangan Malu Memakai Sirwal Laa Isbal

    Kalimat ini mungkin cocok untuk kita sampaikan kepada saudara - saudara kita yang ingin berhijrah mengenakan pakaian yang Islami, namun masih sungkan dan malu - malu memakainya.

Tampilkan postingan dengan label hamba Allah. Tampilkan semua postingan

Diantara Bentuk Penghambaan Diri Kepada Allah

0 komentar
Diantara Bentuk Penghambaan Diri Kepada Allah
Diantara Bentuk Penghambaan Diri Kepada Allah
Sadar atau tidak sadar, suka atau tidak suka, kita adalah seorang hamba. Kita adalah makhluk yang lemah yang selalu tunduk terhadap ketentuan Allah. Tidak ada dari kita yang bisa lepas dari ketentuan kauniyah Allah ta'ala.

Oleh karena itu, jadilah engkau seorang hamba yang benar menghamba kepada tuannya. Jadilah seorang hamba Allah yang hanya menghamba kepada Allah. Karena tidak ada pilihan yang lebih baik selain setiap dari kita menjadi seorang hamba Allah yang sejati yang menghamba hanya kepada Allah bukan kepada selainnya. 

Dan diantara bentuk penghambaan diri seorang hamba kepada Rabb nya yaitu dengan kita berputus asa dari berharap kepada makhluk dan hanya menumpukan harapan kepada Allah ta'ala.

Berapa banyak manusia yang kecewa karena ia terlalu berharap dari manusia. Berapa banyak hati yang lalai dari mengingat Allah karena hatinya bertumpu hanya kepada sebab. Dan betapa banyak hati yang lalai bahwasannya setiap perkara di lakukan dengan sebab, namun yang menentukan bukan sebab itu, namun yang menciptakan sebab yaitu Allah ta'ala. 

Maka mari sempurnakan penghambaan diri kita kepada Allah dengan hanya bersandar dan berharap kepada Allah ta'ala. Tidak ada kekecewaan, tidak ada penyesalan bagi setiap hamba yang hanya berharap dan menumpukan tawakkal nya hanya kepada Allah. Wallahu a'lam. 


Read More »

Ketiaka Jatuh Cinta

0 komentar
Karena Seseorang Adalah Hamba Yang Di Cintainya
Karena Seseorang Adalah Hamba Yang Di Cintainya

Mencintai adalah fitroh dari manusia. Siapa diantara kita yang tidak pernah merasakan cinta ? Mencintai orang tua, anak, istri, dan selainnya. Tentu setiap kita pernah bahkan sampai saat ini kita merasakan cinta ini.

Namun perlu di perhatikan bagi orang - orang yang jatuh cinta. Khususnya yang mencintai wanita. Bahwasannya cinta awalnya adalah fitroh. Hati terkadang cenderung kepada sosok tertentu. Namun jangan sampai rasa cinta kepada makhluk ini melebihan kadar yang di perbolehkan.

Begitu juga orang yang mencintai keluarga dan anak - anaknya. Hendaknya ia terus mengukur tingkat cinta nya ini jangan sampai ia melampaui batas.

Sehingga ketika cinta yang awal nya menjadi hal yang di perbolehkan, menjadi hal yang haram. Bahkan karena sebab cinta ini bisa terjerumus kepada kesyirikan.

Sebagaimana yang pernah di sebutkan oleh Ibnul Qoyyim rahimahullah bahwasannya Prinsip Ibadah adalah cinta yang di iringi sikap tunduk dan merendah kepada sang kekasih. Barangsiapa mencintai sesuatu serta tunduk terhadapnya, berarti hatinya telah menghamba kepadanya.

Maka seseorang yang mencintai Allah, hendak nya ia rendahkan dirinya dihadapan Sang Kekasih (Allah ta'ala), dan cintanya kepada Allah ini adalah cinta yang sangat, yang tidak ada kecintaan lain diatasnya. Sehingga cinta nya kepada Allah ini membawa kepada ketundukkan dan kerendahan kepada yang di cintai.

Akhirnya ia pun tunduk kepada apa yang menjadi perintah Allah ta'ala. Dan iapun tunduk kepada apa - apa yang di larangnya, sehingga ia pun menjauhinya.

Namun ketika seseorang yang cinta nya kepada makhluk ini melebihan kadar kecintaan kepadanya. maka di taraf inilah cinta itu akan membahayakan baginya. Sehingga ketundukannya bukan lagi untuk Allah tabaraka wa ta'ala. Namun ketundukannya kepada selainnya. dan ini adalah sebuah bencana cinta yang berbahaya yang dapat menjerumuskan pelakunya kepada kebinasaan di dunia maupun di akhirat.

Maka wahai hamba Allah. Perhatikan rasa cinta. Sesungguhnya seorang mukmin itu cinta nya kepada Allah itu sangat besar. Dan tidak ada yang lebih besar dari kecintaannya kepada Allah ta'ala. Dan jika seandainya ia mencintai makhluk, wanita atau selainnya maka ia mencintainya karena Allah. Sehingga kecintaan utamanya hanya untuk Allah. Ketundukannya hanya kepada Allah, ketaatannya hanya kepada Allah.

Sehingga ia tidak akan termudhorotkan dengan perasaannya cinta nya ini kepada makhluk. Ia tidak terperosok dalam bermaksiat dengan apa yang ia rasakan berupa cinta ini. Wallahu a'lam.

Admin | www.RumahBelanjaMuslim.Blogspot.Co.Id

Read More »

Jadilah Seorang Hamba Yang Sejati

0 komentar
Jadilah Hamba Allah yang Sejati
Jadilah Hamba Allah yang Sejati
Setiap kita, setiap makhluk di dunia ini, pada hakikatnya adalah hamba Allah. Tidak ada satu perkarapun yang terjadi diantara makhluk-Nya kecuali terjadi atas kehendak-Nya. Tidak ada satu makhlukpun yang mampu menghindari apa yang telah Allah tetapkan terhadapnya. 

Bukankah kita liat seorang yang tadinya kecil, muda, kemudian ia akan menua. Bukankah kita lihat seseorang yang tadinya kuat, gagah perkasa, seiring dengan bertambahnya usia ia akan menjadi lemah. Bukankah setiap orang yang hidup pasti kelak ia akan mati ?? Dan semua ini tidak ada satu makhlukpun yang mampu terlepas dari ketentuan Allah ini. 

Bahkan seorang kafir yang paling ingkar kepada Allah ta'ala sekalipun ia tidak bisa terlepas dari ketentuan Allah. Ketika tadinya ia seorang yang kaya raya, ketika Allah tetapkan untuknya menjadi seorang yang miskin, maka ia harus pasrah terhadap ketentuan-Nya. Ketika tadinya ia adalah seorang yang sehat segar, ketika Allah tetapkan sakit untuknya maka iapun tidak ada daya kecuali tunduk terhadap takdir-Nya. 

Begitu juga ketentuan yang sifatnya Kauniyah ini pun berlaku terhadap seorang muslim. Setiap kita tidak bisa terlepas dari penghambaan diri secara kauniyah kepada Allah tabaraka wa ta'ala. 

Oleh karena itu, jika setiap kita tidak ada yang terluput darinya pengaturan Allah, tidak ada yang terluput darinya perintah Allah yang bersifat kauni. 

Lalu mengapa kita masih saja ingkar kepada Rabb pengatur jagad raya ini ?? Lalu mengapa kita masih enggan ketika di perintah dan di larang oleh - NYA masih enggan mentaatinya ?? 

Padahal Allah telah menciptakan kita, Allah telah memberikan kehidupan, Rizki kepada kita. Allah telah mengatur dan menundukkan hewan hewan dan dunia ini untuk kita. Allah yang mengatur seluruh aktifitas di alam ini. 

Tidakkah kita menyadari hal ini ?? 

Yaitu ketika kita mengimani akan Rububiyyah Allah ta'ala. Yaitu mengimani bahwasannya Allah yang menciptakan kita, Allahlah yang menghidupkan dan mematikan kita, Allahlah yang memberikan rizki kepada kita, Allahlah yang mengatur seluruh jagad raya ini. Mengapa kita juga tidak melaksanakan konsekwensi nya, Yaitu patuh dan tunduk kepada Rabb semata. 

Tidakkah kita mau bersyukur terhadap karunia dari sang pencipta dengan hanya beribadah dan menyembah kepada-Nya saja. Tidak membuat tandingan-tandingan dan sekutu sekutu terhadapnya dalam hal Ibadah. 

Bahkan kaum musrikin di zaman dahulu yang di perangi oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, mereka itu meyakini akan Rububiyah Allah. Mereka meyakini bahwasannya sang pencipta hanyalah Allah, yang menghidupkan dan mematikan hanyalah Allah, yang memberi rizki kepada mereka hanya Allah. 

Namun mereka di perangi oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam karena mereka meyakini hal tersebut tapi mereka tidak memurnikan Ibadah hanya kepada Allah ta'ala. 

Justru bersamaan dengan keimanan mereka, mereka campur adukkan dengan kesyirikan. Yaitu dengan beribadah kepada berhala-berhala, kepada orang orang sholeh yang sudah meninggal, kepada bebatuan, kepada pohon pohon, bahkan kepada malaikat. 

Maka dengan ini semua, yaitu keyakinan terhadap rububiyah Allah dan tidak mengikhlaskan ibadah hanya kepada-Nya tidak membuat mereka menjadi seorang muslim. Mereka tetap di perangi oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Dan beliau tidak menbedakan, apakah seseorang itu menyembah benda mati, atau orang sholeh, para nabi, bahkan malaikat. Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam samakan semuanya. Yaitu bahwasannya mereka menjadikan ibadah kepada selain Allah yang ini tidak ada hak pada mereka semua.

Jika kita ingin selamat, hendaknya setiap kita menjadi seorang Hamba Allah yang sejati. Menjadi seorang hamba yang sejati yang tunduk terhadap setiap ketentuan Syariat Allah ta'ala. Ketika Allah ta'ala perintahkan dan ketika Allah larang, maka sikap kita sami'na wa ata'na. Kami dengar dan kami taat. 

Ketika Allah ta'ala perintahkan kepada kita untuk memurnikan tauhid padanya, tidak membuat sekutu sekutu bagi-Nya, maka kita ikhlaskan diri kita untuk mentaati perintahnya. Kita tinggalkan sesembahan sesembahan selain Allah itu. Kita lupakan ibadah ibadah dan pengharapan kepada selain Allah. 

Kita murnikan Cinta kita, Harap kita, Takut, dan Tawakkal kita hanya kepada Rabb sang pencipta. Tidak ada yang layak menjadi tandingan bagi-Nya dalam Rububiyahnya, hak Peribadahannya, dan Nama nama dan sifat-Nya. 

Dan seorang hamba Allah yang sejati ialah ia yang mengikhlaskan Agama ini hanya untuk Allah, dan meninggalkan dan berlepas diri dari sesembahan sesembahan selain Allah dan pelakunya. 

Di akhir kata, kami berharap, mudah mudahan Allah jadikan kita dan anak anak keturunan kita menjadi seorang hamba Allah yang sejati. Hingga kelak kita dapat bertemu dengan-Nya di akhirat dalam keadaan Allah Ridho kepada kita. Aamiin. 

Admin 

Read More »