Subscribe:

Senin, 07 Mei 2018

Bekal Hidup Di Masa Tua vs Bekal Hidup di Akhirat

Bekal Hidup Dunia VS Bekal Hidup di Akhirat
Bekal Hidup Dunia VS Bekal Hidup di Akhirat

Banyak dari kita yang begitu risau dan gelisah tentang nasib hidupnya nanti ketika di hari tua. Sehingga kita lihat banyak orang tua yang berlomba - lomba menjadikan anak - anak nya seorang pegawai negeri sipil. Dengan jalan apapun di tempuh untuk mencari posisi aman ini. Harapannya agar kelak di masa tua kehidupannya terjamin mendapat gaji pensiun.

Padahal jika kita menyadarinya, belum tentu juga kita, atau anak - anak kita kelak masih hidup sampai tua. Siapa yang dapat menjamin kehidupan kita sampai di hari tua ??? Bukankah tidak ada satu makhlukpun yang dapat menjamin sampai kapan kita di takdirkan hidup di muka bumi ini ? 

Dan jikapun kita masih hidup, bukankah rizki itu telah di tanggung oleh pencipta kita. Tinggal bagaimna kita melakukan sebab - sebab untuk mendapatkan rizki tersebut. 

Sementara hidayah, siapa yang menjamin setiap kita pasti dapat hidayah ? Bagaimana nasih kita kelak di kehidupan akhirat ? 

Padahal mati itu sudah pasti. Dan kematian itu tidak menunggu masa tua, tidak menunggu sakit, apalagi menunggu kita menyiapkan bekal dulu sebelum kematian itu datang. 

Dan kematian ini adalah garbang / pintu awal kita menuju perjalanan di kehidupan baru kita di akhirat. Di sana begitu berat kehidupan seorang hamba. Siapa yang memiliki bekal yang cukup untuk hidup di akhirat, maka ia akan segera menerima kabar gembira itu. Yaitu kabar gembira hidup bahagia selamanya di akhirat. 

Sementara siapa yang tidak memiliki bekal yang cukup, atau bahkan tidak pernah meenyiapkan bekal kehidupan akhirat ini. Yang perjalanannya sangat panjang, maka ia bersiap menerima kabar buruk yang dapat menyebabkan penyesalan diatas penyesalan. 

Mendahulukan Hal Yang Tidak Pasti dan Mengabaikan Sesuatu Yang Pasti ?

Lalu mana mungkin kita mendahulukan hal yang tidak pasti sementara kita mengabaikan sesuatu yang pasti ?

Kita mendahulukan bekal hidup di hari tua sementara kita belum tentu juga masuk di masa tua. Sementara kematian dan kehidupan akhirat itu pasti setiap kita memasukinya. Dan justru kita mengabaikan / melalaikan berbekal untuk persiapan perjalanan menuju kehidupan akhirat ini. 

Maka sekarang masihkah kita mau mendahulukan sesuatu yang tidak pasti dan melalaikan yang pasti ? 

Jika tidak, maka mari dari sekarang kita rubah pola pikir kita. Jangan hanya semata mata kita hidup hanya untuk mempersiapkan bekal untuk hidup di dunia di masa tua. 

Namun mari kita sedari sekarang mempersiapkan bekal kita kelak untuk menghadapi hari yang panjang ketika memasuki gerbang pintu akhirat. Yaitu mempersiapkan bekal taqwa. Karena taqwa adalah sebaik baik bekal bagi seorang hamba. Wallahu a'lam.