• Pendaftaran Group WA RBM Quotes

    Saat ini Rumah Belanja Muslim membuka Group WhatsApps (WA) khusus akhwat. Group ini kami beri nama “RBM Quotes”. Gabung di group inu GRATIS, siapa saja boleh gabung asal muslimah dan siap menjaga adab dan mematuhi peraturan Group.

  • Kain Shakila

    Pernah dengar kain shakila ? Atau pernah liat kain shakila ? Apakah jenis kain shakila ini adem dan bagus ? Yuk kita sedikit ulas kain shakila yang sekarang lagi banyak diminati ini.

  • Untuk Apa Medsos Kita

    Untuk apa sosmed kita ? Mungkin ini adalah pertanyaan yang tepat yang dapat kita tujukan kepada diri kita masing - masing....

  • Mengapa Anak Berbusana Syar'i Sejak Dini ?

    Melihat anak - anak yang belum baligh memakai busana syar'i bahkan ada yang di pakaikan cadar oleh orang tuanya. Mungkin ada sebagian dari kita yang bertanya - tanya. Emang harus ya anak - anak di kasih baju seperti itu ?

  • Jangan Malu Memakai Sirwal Laa Isbal

    Kalimat ini mungkin cocok untuk kita sampaikan kepada saudara - saudara kita yang ingin berhijrah mengenakan pakaian yang Islami, namun masih sungkan dan malu - malu memakainya.

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Anak. Tampilkan semua postingan

Metode Efektif Mendidik Anak

0 komentar
Metode Efektif Mendidik Anak
Metode Efektif Mendidik Anak

Mendidik anak adalah tugas utama bagi orang tua. Namun terkadang dalam prakteknya banyak kendala dalam pelaksanaan pendidikan anak khususnya ketika di rumah. Utamanya dalam hal metode yang efektif dalam mendidik anak. 

Kadang dalam hal menyampaikan materi pengajaran dalam mendidik anak di rumah, tidak terasa rumit bagi sebagian kita. 

Namun yang terasa berat adalah jika ternyata sang anak faham apa yang kita ajarkan, namun ia tidak mengamalkannya dalam kehidupan sehari - hari. 

Artinya apa yang kita ajarkan kepada anak, bisa sampai di fahami oleh nalarnya, namun dalam prakteknya kurang di terapkan dalam kehidupan sehari hari. 

Artinya apa yang selama ini kita ajarkan ternyata susah dalam penerapan dalam keseharian anak - anak kita di rumah. 

Diantara sebab bisa ternjadinya hal ini yaitu mungkin kurangnya ada teladan dari orang tua di rumah dalam pengamalan. 

Kadang kita dapati sebagian orang tua memerintahkan anaknya untuk berbuat ini dan itu, namun orang tuanya tidak melakukan apa yang ia perintahkan kepada anaknya. 

Contoh sederhana. Ketika orang tua memerintahkan anak - anaknya untuk perhatian terhadap sholat, agar sholat selalu di masjid (bagi laki - laki) dan di awal waktu. Ketika hal ini tidak di contohkan oleh orang tuanya, yaitu sang ayah untuk melaksanakan sholat di awal waktu berjamaah di masjid, maka tentu anak akan sulit dalam mengamalkannya. 

Mungkin dalam hati sang anak bergumam, ayah aja gak sholat di awal waktu berjamaah di masjid, ngapain nyuruh - nyuruh aku sholat di awal waktu di masjid

Ini tentu kontradiksi yang harus di hilangkan. Jangan sampai orang tua dalam mendidik anak di rumah memerintahkan sesuatu kebaikan kepada anak, namun ia melalaikan dirinya sendiri. 

Selain ini akan kurang berdampak positif pada pendidikan anak, maka perilaku ini pun telah di cela Allah ta'ala. Sebagaimana Allah ta'ala mencela bani israil karena sebab perilaku ini. 

Allah ta'ala berfirman, 

أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

"Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?" (QS. Al Baqarah : 44). 

Maka metode yang efektif dalam mendidik anak di rumah yaitu dengan metode keteladanan. Yaitu pendidik dalam hal ini adalah orang tua hendaknya ia memberikan teladan kebaikan pada anak - anak nya. 

Sehingga sang anak pun di sadari atau tidak, ia akan meniru apa yang di contohkan dalam sikap dan perilaku orang tua nya sehari - hari. 

Ketika kita ingin anak - anak kita perhatian terhadap sholatnya, sholat di awal waktu berjamaah di masjid, maka hendaknya kita contohkan hal tersebut pada anak - anak. Di samping juga mengajarkan kepada mereka tentang keutamaan dan kewajiban laki - laki untuk sholat berjamaah di masjid kepada anak. 

Sebagaimana dahulu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam mengajarkan para sahabat adalah dengan percontohan. Tidak hanya sekedar di berikan materi saja. Misal sholat ini begini dan begitu, rukun nya ini dan itu, wajibnya sunnahnya begini dan begitu. 

Namun Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam langsung contohkan sholat itu. Sehingga para sahabatpun melihatnya. 

صلوا كما رأيتموني أصلي

Shalatlah sebagaimana kalian melihatku shalat

Maka percontohan adalah metode terbaik. Karena anak tidak hanya butuh sekedar materi pelajaran saja. Justru anak membutuhkan suri tauladan untuk di ikuti. 

Maka metode yang paling efektif dalam mendidik anak di rumah yaitu metode teladan. Yaitu di samping orang tua mengajarkan nilai - nilai kebaikan kepada anaknya di rumah. Namun ia juga memberikan teladan tentang kebaikan - kebaikan tersebut pada dirinya. 

Tidak salah jika di katakan, jika kita ingin anak kita menjadi anak - anak yang sholeh dan sholehah. Maka kitapun harus mendidik diri kita menjadi orang tua yang sholeh dan sholehah pula. 

Semoga bermanfaat. Silahkan di share dengan tetap mencantumkan sumber tulisan. 

Admin
Rumah Belanja Muslim 

Read More »

Solusi Permasalahan Anak

0 komentar
Solusi Permasalahan Anak
Solusi Permasalahan Anak
Abi Ummi ... Ayah Bunda ...
Mungkin ayah bunda .. atau abi ummi, memiliki banyak pertanyaan krusial berkaitan dengan perkembangan - anak - anak.
Misalkan bagaimana mengatasi pengaruh televisi, anak pendiam, cadel, tidak percaya diri, mengompol ?
Atau bagaimana mengarahkan remaja dalam soal sopan santun, menyikapi anak yang berbicara tentang seks secara vulgar, menghjadapi masa pubertas anak, dan menyikapi kebiasaan rahasia pada remaja?
Jika abi ummu atau ayam bunda ingin jawaban dari beberapa pertanyaan berkaitan pekembangan anak - anak diatas, maka ada baiknya, ayam bunda / abi ummi buat memiliki buku yang di tulis oleh Konsultan Pendidikan Dr. Sa'ad Riyad ini.
Selain menjawab beberapa pertanyaan diatas, dalam buku ini juga di bahas berbagai masalah lain yang biasa dihadapi oleh orangtua, dan dalam buku ini bisa anda dapatkan solusi-solusinya berdasarkan tinjauan psikologi dengan pendekatan islami.
Untuk info pemesanan buku pendidikan anak ini bisa langsung menghubungi kami melalui WA di 0817 0414 024 / langsung klik wa.me/628170414024
Rumah Belanja Muslim
www.RumahBelanjaMuslim.Com

Read More »

Bagaimana Berlaku Adil Kepada Anak ?

0 komentar
Bentuk Sikap Adil Kepada Anak
Bentuk Sikap Adil Kepada Anak
Bagaimana Berlaku Adil Kepada Anak
Bagaimana Berlaku Adil Kepada Anak
Setelah mengetahui bahwasannya anak adalah anugrah Allah ta'ala. Allah lah yang berkehandak memberikan seseorang anak laki - laki maupun anak perempuan, atau memberikan karunia kepada keduanya, termasuk tidak memberikan anak. Pada tulisan Adil Dalam Mendidik Anak sebelumnya.

Dan telah sedikit di paparkan tentang wajibnya orang tua berbuat adik kepada anak - anak nya baik laki - laki maupun perempuan, serta alasan mengapa kita harus berbuat adil kepada anak, dalam tulisan tersebut. 

Maka kali ini kita akan sedikit menulis tentang bagaimana orang tua berlaku adil kepada anak ? Apakah yang di maksut dengan berbuat adil kepada anak itu mutlak harus sama dalam pemberian hadiah, atau di bolehkan berbeda ? 

Memang di sebagaian kondisi, untuk berbuat adil kepada anak, dalam hal pemberian hendaknya orang tua memberi dengan pemberian yang sama. 

Artinya ketika satu anak di berikan sesuatu, maka hendaknya anak yang lainnya pun di berisak yang semisal dengan pemberian anak yang lain. 

Begitu juga dalam hal ciuman, jika salah seorang anak di beri ciuman kasih sayang oleh orang tua, maka hendaknya anak yang lain pun mendapatkan hal yang serupa. 

Hal ini sebagaimana yang telah sedikit di paparkan dalam tulisan Adil Mendidik Anak dari dua kisah orang tua yang ada bersama dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. 

Lalu apakah dalam hal lain, seperti misalkan pemberian uang jajan, pemberian bekal untuk kebutuhan anak, pakah harus sama antara satu dengan yang lainnya ? 

Tentu tidak. Karena adil yang di maksut adalah adil sesuai dengan kebutuhan anak. Dan adil tidak mengharuskan sama persis. 

Ketika ada orang tua yang memiliki anak yang sudah kuliah dan ada anak yang masih sekolah tingak SD. Maka dalam hal pemberian tentu tidak akan sama. 

Ketika anak yang kuliah di berikan uang ratusan ribu untuk bekal kebutuhannya, sementara anak yang SD pun di berikan yang sama. Maka tentu ini bukan bentuk keadilan. Bahkan hal seperti ini tidak sesuai dengan keadaan. 

Karena tentu kebutuhan anak yang masih SD berbeda dengan kebutuhan anak yang sudah Kuliah. Maka adil dalam hal ini hendaknya orang tua memberikan sesuatu dengan hal yang sesuai dengan kebutuhannya. Dan tidak di haruskan sama persis. 

Maka adil dalam hal ini adalah memberikan sesuatu sesuai dengan kebutuhannya. Dan tidak harus sama persis dalam pemberian. 

Semoga Bermanfaat. 

Admin | www.RumahBelanjaMuslim.Blogspot.Com

Read More »

Bahaya Televisi Bagi Anak

0 komentar
Bahaya Televisi Bagi Anak
Bahaya Televisi Bagi Anak
Televisi sekarang ini kita lihat hampir sudah menjadi barang kebutuhan pokok bagi setiap rumah tangga. Baik di kota maupun di pelosok hampir setiap rumah sudah di lengkapi dengan televisi. 

Kadang televisi ini bahkan menjadi prioritas sebagai kebutuhan pokok di rumah. Berbagai macam merk terbaru, dengan ukuran yang besar televisi ini di pampang di rumah. Sehingga hari - hari serasa berada di bioskop nonton acara tv. 

Tak heran banyak muslim di sekitar kita yang lebih hafal acara tv dari pagi sampai malam, ketimbang jadwal pengajian di sekitar. Bahkan mungkin acara tv ini lebih di kenal ketimbang nama surat - susat di dalam al-Quran. 

Jadwal per hari selalu ada untuk nonton tv, namun tidak begitu untuk membaca al-Quran. Sehari selalu ada waktu untuk nonton tv belum tentu untuk ngaji dan belajar agama. 

Dengan contoh yang seperti ini, maka tidak sedikit kita dapati anak - anak yang kesehariannya adalah nonton tv. 

Bahkan mungkin mereka bisa nangis merengak guling - guling sampai kepada taraf mengamuk ketika jadwal nonton televisi nya di pakai untuk yang lainnya. 

Padahal jika di teliti dan di perhatikan lagi, betapa banyak bahaya yang mungkin di dapatkan anak ketika mereka terlalu sering nonton tv. Diantara bahaya nonton tv bagi anak yaitu,

  • Dapat merusak akidah anak 

Ketika dikatakan nonton tv bisa merusak akidah anak, mungkin ada yang bertanya - tanya, masak iya non tv bisa merusak akidah ? Gimana cerita nya nonton tv bisa merusak akidah anak ?

Mari kita coba memperhatikan contoh yang banyak terjadi di sekitar kita, efek dari nonton tv yang bisa merusak akidah anak - anak. Yang kadang hal seperti ini kurang atau tidak kita sadari.

Contoh sepele acara TV yang sangat berpengaruh terhadap akidah anak.

Sebut saja acara - acara horor, acara - acara TV yang menampilkan hantu, setan dan sejenisnya. Baik acara kartun maupun selainnya.

Kita dapati banyak anak - anak muslim yang terkontaminasi dengan acara - acara seperti ini ia memiliki imaginasi yang tinggi, daya khayal yang tinggi, dan rasa takut yang berlebihan terhadap hal - hal yang tidak nampak.

Anak takut Gelap, anak takut melewati kuburan, anak takut melewati rumah kosong, anak takut melewati pohon besar, dan lain sebagainya.

Seolah - olah apa yang ia takutkan itu dapat memberikan mudhorot baginya. Bahkan sampai terucap hal - hal yang seharusnya tidak di ucapkan dari hal yang berbau pada kesyirikan. 

Seperti permisi pada jin, minta perlindungan pada penghuni ini dan itu, dan lain sebagainya. Permisi mbah ketika melewati tempat  yang di yakini angker, pencet klakson tiga kali ketika melewati tempat yang diyakini ada penunggunya, dan lain sebagainya dari perkara - perkara yang menciderai akidah. Tidak jarang kita lihat di sekitar ini.

Dan ini adalah hanya contoh kecil saja dari bahaya nonton tv yang telah banyak berdampak pada anak. Oleh karena itu, hendaknya sebagai orang tua, jangan sampai lepas kontrol terhadap anak - anak nya di rumah. 

Jangan biarkan akidah anak - anak kita yang masih suci, bersih tercoreng dengan acara - acara yang tidak mendidik di televisi. 

Jangan lepas kontrol terhadap tontonan - tontonan anak - anak kita. Baik di rumah maupun di luar rumah. 

  • Anak jadi apatis cuek terhadap lingkungan 

Diantara efek negatif, bahaya televisi bagi anak yaitu ketika anak sudah sibuk dengan acara di tv, mereka jadi apatis cuek terhadap lingkungan. 

Apa sih apatis itu ? Di dalam KBBI di definisikan apatis adalah sikap acuh tidak acuh, tidak peduli, masa bodoh. 

Ketika anak sudah asyik dengan berbagai macam acara di televisi tanpa batas. Maka ia akan terlupakan dengan lingkungan di sekitarnya. Cuek apapun yang terjadi dengan sekitar. Lupa segala macam hal yang harusnya ia lakukan, belajar, sholat, dan selainnya. 

Di waktu sekolah yang di fikirkan kapan pulang untuk nonton tv, sampai di rumah nonton tv, bangun tidur nonton tv, dan hidupnya di penuhi dengan acara tv yang kebanyakannya tidak mendidik. 

Akhirnya sikap apatis ini muncul dalam diri anak, ego naik, emosipun tidak terkontrol. Ketika acara kesayanagannya di ganggu, maka ia akan marah, nangis dan selainnya. 

Maka jadilah orang tua yang berfungsi dalam mendidik anak di rumah. Jangan sampai kita memiliki pemahaman anak itu di didik hanya di sekolah. Sementara di rumah di biarkan bebas sesukanya. 

Ingat, bahwa setiap kita pasti akan di tanya tentang anak - anaknya. Maka didiklah anak - anak dengan kebaikan. jauhkan anak - anak dari keburukan. Semoga kelak anak - anak kita menjadi anak yang shalih dan shalihah yang menjadi investasi kita kelak di akhirat. Amiin. 

  • Mengajarkan maksiat kepada anak 

Diantara bahaya terlalu banyak nonton tv yaitu hal tersebut dapat menjadi sarana mengajarkan maksiat kepada anak. 

Bagaimana tidak, jika kita lihat acara - acara di televisi sekarang, khususnya televisi nasional dan bukan tv dakwah. Hampir seluruh acaranya mengandung maksiat yang di pertontonkan. 

Dari membuka aurat, telanjang, tidak pakai jilbab, pacaran, ikhtilath, kholwat, bahkan sampai ke taraf zina pun di pertontonkan tanpa malunya di layar televisi. 

Belum lagi keyakinan keyakinan yang dapat merusak keimanan, ibadah - ibadah yang tidak di syariatkan, dan berbagai macam acara perdukunan yang berkedok dengan berbagai macam kedok yang samar pun di tampilkan di layar televisi.

Maka jika ini semua setiap hari menjadi konsumsi anak - anak, maka tentu lama kelamaan hal ini akan menjadi pengajaran yang menempel di dalam benak anak. 

Lama kelamaan penyimpangan - penyimpangan ini menjadi hal yang biasa baginya dan akhirnya tidak ada pengingkaran lagi terhadap maksiat maksiat ini. 

Dan kita lihat sekarang anak - anak bahkan orang dewasa aneh dan asing melihat muslimah yang menutup aurat dengan jilbab panjang lengkap dengan cadarnya ketimbang wanita yang telanjang pakai rok mini dan yang semisal. 

Maka jangan biarkan anak - anak kita di ajarkan perkara perkara yang merusak melalui televisi ini. Bagaimana cara nya ? Caranya dengan menjauhkan anak anak dari acara tv yang tidak mendidik.

  • Sebab terjadinya kekerasan antar anak 

Ingat acara smack down beberapa tahun yang lalu ? Kita lihat setelah tayang acara ini tidak lama langsung membuahkan hasil. Di beritakan ada anak yang sampai meninggal karena kekerasan yang dilakukan oleh kawan sebayanya. Yang ini di sebabkan sang anak sering menonton acara kekerasan di televisi.

Ini adalah bukti nyata efek nyata kebanyakan nonton tv pada terjadinya kekerasan anak. Dan mungkin ini hanya satu atau dua dari banyak kejadian yang nyata. 

Maka sudah sepantasnya orang tua untuk membatasi anak - anak nya ketika nonton tv. Khususnya pada acara acara yang membahayakan, baik kekerasan atau yang semisal bahkan yang lebih buruk dari itu. 

  • Kemalasan 

Diantara dampak negatif banyak nonton televisi yaitu bisa menyebabkan kemalasan pada anak. Ketika anak hari - hari kerjaannya mantengin acara tv dari pagi ke pagi lagi. Maka ia akan lebih malas beraktifitas lainnya. 

Sholat susah, belajar apalagi. Karena mereka sudah merasa asyik dengan tontonannya. Bahkan dalam tingkat yang mengkhawatirkan anak sangat sulit di lepas dari tv sehingga ketika ia tertinggal satu acara kesukaannya ia tidak bisa mengontrol emosinya. 

  • Mendengar musik tanpa ada pengingkaran 

Yang kita kenal saat ini hampir semua, bahkan jika boleh di katakan semua acara televisi mengandung suara musik. 

Berita ada backsound musik, acara film anak full musik, sinetron apalagi, film layar lebar isinya musik, talk show pun tak terlewat musik. Semua acara diiringi dengan musik. 

Ketika anak terbiasa nonton tv dan di biarkan, maka lama kelamaan ia tidak akan mengingkari tentang haramnya musik lagi. Karena di telingan sudah terbiasa mendengarnya. Seolah - olah itu adalah hal yang wajar. 

  • Melihat aurat 

Acara tv (nasional) mana sekarang ini yang tidak menampilkan aurat ? Berita yang banyak mengkonsumsinya kalangan laki - lakipun, presenternya buka - bukaan aurat. 

Acara anak bahkan acara kartun pun di buat gambar - gambar perempuan dan tokoh yang tidak menutup aurat. 

Mana lagi acara televisi nasional yang tidak menampakkan aurat ? Hampir semuanya menampakkan aurat baik di acara inti maupun iklannya. 

Mungkin sebagian kita merasa di sini tidak ada masalah, padahal di dalamnya mengandung kemaksiatan kepada Allah. 

Bukankah kita di perintahkan untuk menundukkan pandangan ? Lalu jika kita malah menonton orang yang membuka aurat, tentu ini bertentangan dengan perintah Allah.

  • Lupa waktu sampai menunda kewajiban bahkan meninggalkannya 

Point ini masih berkaitan dengan point - point sebelumnya yaitu kebanyakan nonton tv bisa menyembabkan kemalasan. Sehingga ketika anak sudah terjangkiti rasa malas, ia akan lupa waktu, lupa kewajiban, menunda sholat atau bahkan meninggalkannya. 

Di khawatirkan juga ketika nonton tv dan yang di tonton adalah acara kemasiatan yang menimbulkan syahwat atau selainnya. Maka ini dapat berpengaruh dengan keledzatan ibadah seseorang. 

Ketika ia merasa ledzat dengan menonton maksiat atau bahkan berbuat maksiat, waliyyadzubillah, maka akan berkurang lupa keledzatan nya dalam ibadah. Sehingga banyak ibadah dan kewajiban yang terlalaikan. 

  • Menjadikan anak egois 

Anak yang terbiasa dengan nonton tv, apalagi di turuti ego menontonnya, diajarkan padanya yang lain harus selalu mengalah padanya. Maka ini dapat meningkatkan rasa egois pada anak. 

Ia akan tumbuh menjadi individu yang hanya berfikir akan dirinya sendiri. Emosinya tidak terkontrol dan tingkat egois nya tinggi. 

  • Mengurangi minat belajar 
Point ini juga masih berkaitan dengan point sebelum, berkiatan dengan kemalasan bagi anak yang di timbulkan akibat terlalu sering nonton tv. Sehingga minat belajarpun kurang, karena ia merasa lebih asyik dengan nonton tv. 

  • dll 
Wallahu a'lam.

Admin | www.RumahBelanjaMuslim.Blogspot.Com

Read More »