• Pendaftaran Group WA RBM Quotes

    Saat ini Rumah Belanja Muslim membuka Group WhatsApps (WA) khusus akhwat. Group ini kami beri nama “RBM Quotes”. Gabung di group inu GRATIS, siapa saja boleh gabung asal muslimah dan siap menjaga adab dan mematuhi peraturan Group.

  • Kain Shakila

    Pernah dengar kain shakila ? Atau pernah liat kain shakila ? Apakah jenis kain shakila ini adem dan bagus ? Yuk kita sedikit ulas kain shakila yang sekarang lagi banyak diminati ini.

  • Untuk Apa Medsos Kita

    Untuk apa sosmed kita ? Mungkin ini adalah pertanyaan yang tepat yang dapat kita tujukan kepada diri kita masing - masing....

  • Mengapa Anak Berbusana Syar'i Sejak Dini ?

    Melihat anak - anak yang belum baligh memakai busana syar'i bahkan ada yang di pakaikan cadar oleh orang tuanya. Mungkin ada sebagian dari kita yang bertanya - tanya. Emang harus ya anak - anak di kasih baju seperti itu ?

  • Jangan Malu Memakai Sirwal Laa Isbal

    Kalimat ini mungkin cocok untuk kita sampaikan kepada saudara - saudara kita yang ingin berhijrah mengenakan pakaian yang Islami, namun masih sungkan dan malu - malu memakainya.

Tampilkan postingan dengan label dunai akhirat. Tampilkan semua postingan

Semua Akan Jadi Cerita

0 komentar
Semua Akan Jadi Cerita
Wahai saudaraku, tahukan engkau. Bahwasannya apa yang kita jalani hari-hari ini, apa yang kita usahakan, apa yang kita capai, apa yang telah kita raih, berupa prestasi, kekayaan, jabatan, kedudukan, dan yang lainnya, kelak itu semua akan berakhir menjadi sebuah cerita.

Kita hidup di dunia ini, apa saja yang kita perbuat, akan menjadi cerita. Apakah kita akan mengukir cerita yang baik di dunia ini ataukah akan menorehkan cerita yang buruk. Dan cerita ini bukanlah seperti komik, bukanlah seperti cerita di novel-novel, atau seperti yang sering diungkap oleh pecinta cerita bahwasannya semuanya akan indah pada waktunya.

Karena cerita ini adalah sebuah awal, yang setiap drama, setiap episode di dalamnya kelak akan kita tuai balasnya di akhirat. Tidaklah cerita itu akan berlalu begitu saja seperti daunya yang tadinya hijau kemudian menguning dan gugur hilang begitu saja. Karena setiap cerita pasti ada tanggung jawabnya. Apakah cerita itu akan berakhir dan kebahagiaan ataukah cerita itu akan berakhir kepada kesengsaraan.

Betapa banyak manusia di dunia ini, yang ia dengan susah payah mengukir ceritanya di dunia dengan berbagai macam prestasi duniawi, baik dari segi banyaknya harga, tingginya kedudukan dan lainnya. Namun ternyata mereka lupa, bahwasannya di dunia ini ia hanya mengukir sebuah cerita yang menjadi awal kehidupan baginya. Ia lupa bahwasannya kehidupan yang sesungguhnya bukanlah di dunia yang fana ini, kehidupan yang sesungguhnya akan kehidupan akhirat.

Ketika kita bersusah payah memulai cerita kita didunia ini dengan berbagai macam keinginan dan syahwat yang menipu, maka tentu kelak pada kehidupan yang sesungguhnya kita akan merugi. Namun ketika kita bersusah payah memulai cerita kita didunia ini dengan berbagai macam amal kebaikan, ketaatan kepada syariat Allah, maka insyaa Allah kelak cerita yang kita torehkan didunia ini akan berbuah kepada kebahagiaan pada kehidupan yang sesungguhnya di kahirat kelak berupa jannah.

Maka, mari wahai saudaraku yang masih saja sampai hari ini engkau bersusah payah mencari dunia yang ini kelak hanya akan menjadi cerita, dan tentunya cerita ini kelak akan engkau pertanggung jawabkan dalam kehidupan yang nyata kelak diakhirat, mari kita ukir cerita terbaik kita didunia, jangan sampai segala macam perhiasan dunia yang selalu kita upayakan itu kelak malah akan menjadi bala bagi kita yang kelak justru akan menjerumuskan kita pada kesengsaraan.

Mari kita raih kebahagiaan akhirat dengan ukiran cerita ketaatan kita didunia. Mari kita lawan syahwat, bisikan syaiton yang selalu membisikkan keburukan kepada kita di setiap waktunya. Mari kita hijarahkan diri kita dari keterpurukan cerita menuju kejayaan. Mari kita perbaiki alur cerita dalam kehidupan kita, jangan sampai apa yang kita kerjakan saat ini hanya menjadi sampah, yang bahkan kelak kita dapat tertimpa dengannya dan tentu ini akan menjadi beban kesengsaraan bagi kita.

Ingatlah, bahwasannya saat ini dunia masih nyata bagi kita dan akhirat masih cerita, tapi cepat atau lambat, kelak dunia ini akan kita tinggalkan dan hanya tersisa cerita di dalamnya, sedangkan akhiratlah yang nyata bagi kita.

Mudah-mudahan Allah selalu berikan keistiqomahan kepada kita untuk meraih cerita kehidupan yang sesungguhnya kelak di akhirat dengan kebahagiaan. Mudah-mudahan setiap detik, setiap waktu, setiap episode kehidupan kita didunia ini, selalu kita hiasi dengan amalan-amalan yang kelak kita akan bangga dan bahagia ketika kelak amalan itu ditampakkan kepada kita di hari pembalasan. Dan mudah-mudahan Allah membalas apa – apa yang kita upayakan dengan Jannah-Nya, amiin.

Fanpage RUMAH BELANJA MUSLIM
Akun FB RUMAH BELANJA WHYLUTH

Read More »

Apa Tujuan Anda?

0 komentar
Apa Tujuan Anda
Anda seorang pengusaha ? Apa niat anda dalam berusaha ? Duniakah tujuan anda? Atau Akhirat?

Mari kita merenungkan hadits berikut,

Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya.”. (HR. Bukhari Muslim)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda,

“Barang siapa yang menjadikan dunia sebagai tujuannya, maka Allah cerai-beaikan urusannya dan menjadikan kemiskinan di depan matanya. Dia juga takkan mendapatkan dunia kecuali yang telah ditetapkan atasnya. Dan barang siapa yang menjadikan akhirat sebagai niatnya, maka Allah menghimpun urusannya, menjadikan kecukupan ada di dalam hatinya, dan dunia pun menghampirinya sementara ia memandangnya sebagai sesuatu yang hina.” (HR. Ibnu Majah)

Maka merugilah orang yang tujuannya hanyalah dunia. Padahal dunia ini telah dijamin oleh Allah ta'ala. Ketika kita ambil dunia dengan berbagai macam cara, entah halal, entah haram, maka sebatas yang telah ditentukan Allahlah yang akan kita dapatkan. Namun ketika kita mengambil dunia ini dengan membatasi pada cara-cara yang halal saja, dan meniatkannya hanya untuk mendapatkan kebahagiaan akhirat, maka dunia ini akan kita dapatkan sebagaimana yang Allah telah tetapkan untuk kita tanpa dikurangi sedikitpun, Allah berikan kecukupan di dalam hati kita, dan tidaklah dunia itu terlihat kecuali sebagai sesuatu yang hina di hadapan kita.

Bahkan jika kita ingin menjadi orang kaya, bukanlah dengan jalan memperbanyak ahrta dunia dan lupa terhadap akhirat. Karena kekayaan bukan ada pada materi, namun ada di dalam hati kita. Ketika hati kita di berikan rasa kecukupan oleh Allah dan selalau terikat dengan ibadah kepada Allah dimanapun berada maka inilah hakikat kekayaan. Ia tidak pernah merasa kurang walupun materi yang dimilikinya pas-pasan. Ketika ia mendapat nikmat maka ia akan bersyukur, dan ketika ia di uji ia akan sabar karena sesungguhnya ujian ini adalah tanda kasih sayang Allah terhadapnya.

“Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin. Semua perkara (yang menimpanya) adalah kebaikan baginya dan tidaklah hal ini terjadi kecuali hanya pada diri seorang mukmin. Jika dia tertimpa kebahagiaan dia bersyukur maka hal ini adalah baik baginya. Dan jika tertimpa musibah dia bersabar maka itu juga baik baginya.” (HR. Muslim)

Oleh karena itu, mari kita luruskan tujuan kita dalam hidup. Jangan sampai kita rugi dengan hanya bertujuan dunia dan lupa akhirat hingga materi yang kita dapatkanpun tidak bisa kita nikmati.

Benarlah perkataan Syaikh Sholeh al Fauzan hafidhzahullah, 

“… jika Allah telah mengumpulkan pada seorang hamba pandangan terhadap dunia dengan pandangan yang tepat, dan pandangan yang tepat terhadap akhirat, ia menjadikan dunia sebagai wasilah untuk negeri akhirat dan sebagai tunggangan serta ladang untuk negeri akhirat, maka inilah kebahagiaan…”



Read More »