Subscribe:

Minggu, 11 Desember 2016

Memakai Celana Cingkrang, Berjenggot Tidak Mempengaruhi Kehidupan?

Celana Cingkrang Jenggot dan Cadar
Ada yang berkata, bahwasannya memakai celana cingkrang, memelihari jenggot bagi pria dan juga memakai cadar bagi wanita muslimah itu tidak ada pengaruhnya terhadap realitas kehidupan masa kini. 

Sehingga orang yang berargumentasi seperti ini menggap tidak ada manfaatnya memakai celana cingkrang, memilhari jenggot bagi pria muslim. Atau begitu juga bagi muslimah yang memakai cadar, ini pun tidak bermanfaat dan tidak sesuai dengan realitas kehidupan masa kini. 

Atau mungkin ada yang beranggapan memakai celana cingkrang / pakaian tidak isbal, memelihara jenggot adalah sebua perkara khilafiyah. Sehingga di keluarkan dari bagian syariat Islam. Tentu ini juga kesalahan besar. Jika ini bukan bagian syariat Islam, lalu mengapa ulama membahasnya? Lalu mengapa ada ulama yang bahkan mewajibkan memelihara jenggot, mengharamkan memakai celana isbal? Di kemanakan Ulama yang berpendapat demikian?. 

Kembali lagi kepada topik diatas. Benarkan memakai celana cingkrang, memelihari jenggot bagi pria dan mengenakan cadar bagi wanita muslimah tidak memiki signifikansi dan pengaruhnya terhadap kehidupan kekinian? 

Jawabnya tentu tidak! 

Namun jika yang berargumen demikian yang dimaksudkan adalah bahwasannya syariat Islam sudah tidak sesuai dengan kehidupan sekarang. Maka masalahnya adalah benarkah anda telah meyakini agama Islam yang anda anut sekarang ini dengan segala macam kebenarannya? Jika belum yakin, maka ada baiknya mari perbaiki keimanan kita sedari sekarang sebelum kebablasan. 

Tapi jika anggapan ini keluar karena hanya di dasari nafsu semata karena anda belum mampu mengamalkan syariat ini maka anda baiknya anda perhatikan sedikit ulasan kami ini. 

Ternyata Celana Cingkrang, Jenggot dan Cadar Berpengaruh Terhadap Keimanan

Sebagaimana telah kita ketahui, salah satu akidah Islam yaitu meyakini bahwasannya iman itu bisa bertambah dan bisa berkurang. Keimanan seorang muslim bisa bertambah dengan ketaatan dan bisa berkurang dengan kemaksiatan. Sesuai dengan kadarnya masing-masing.

Begitu juga kita telah mengetahui bahwasannya satu amal ketatan itu bisa mengajak kepada ketaatan beikutnya. Dan sebaliknya, satu kemaksiatan bisa menyeret seseorang untuk berbuat maksiat berikutnya. 

Maka kita lihat sekarang. Ketika ada seorang pria berpenampilan memakai celana cingkrang / sirwal yang longgar tidak isbal lengkap dengan jenggot yang menghiasi wajahnya. Adakah terlihat tampilan ini kita anggap sebagai tampilan seorang ahli maksiat? 

Atau pernahkah anda melihat orang yang pakai celana cingkrang, memelihara jenggot dan atau di sertai istrinya yang bercadar suka masuk diskotik, bar, atau tempat maksiat lainnya? 

Tentu TIDAK bukan? 

Kalaupun mungkin ada yang membantah, di sebuah daerah / di sebuah negeri ada orang wanita yang memakai jilbab, memakai cadar (mungkin), namun pekerjaannya adalah salah satu pekerjaan keji. Dimana pakaian ini dipakai hanya di luar saja, sementara setelah masuk ke area mereka, maka beda lagi penampilannya justru serba terbuka. 

Kita temui orang yang seperti ini tentu sangat jarang. Dan biasanya wanita yang berjilbab atau bercadar namun pekerjaannya adalah pekerjaan yang keji / maksiat, maka kita akan mendapati alasannya memakai jilbab / cadar hanya sekedar karena budaya / karena takut kepada aturan pemerintah setempat. 

Sementara dalam keyakinannya tentu berbeda dengan apa yang ada pada dhohirnya. 

Maka hal yang seperti ini tidak bisa di pukul rata dan hanya berlaku khusus bagi beberapa orang saja. 

Namun jika kita mendapati seorang pria muslim yang memakai celana cingkrang, memelihara jenggot yang dasar amalannya karena ajaran Islam maka sangat jarang atau bahkan tidak kita dapati orang seperti ini yang hobi mendatangi tempat maksiat. 

Karena apa? Karena minimal ketika ia berpenampilan Islami, dimanapun ia berada akan selalu mengajak dan memaksa dia menghindari tempat-tempat yang buruk. Ia akan malu ketika berpenampilan Islami namun pergi ketempat maksiat. Dan inilah yang kami sebutkan, satu ketaatan itu akan mengajak kepada ketaatan berikutnya dan bahkan dapat mengajak pekaunya menghindari maksiat. Atas izin Allah ta'ala. 

Begitu juga bagi para wanita yang berhijab syari, memakai cadar. Tentu dengan pakaiannya yang baik ini, menuntut ia untuk terus beramal dengan kebaikan. Dan menjauhi apa yang tidak layak di lakukan oleh seorang muslimah. Dan mungkin inilah salah satu makna dari pakaian taqwa. Yaitu pakaian yang selalu mengajak pemakaiannya kepada ketaatan kepada Allah, dan menjauhi apa-apa yang tidak pantas di lakukan seorang muslimah. 

Maka dari sini, kita bisa membuktikan bahwasannya ternyata memakai celana cingkrang, memihara jenggot bagi pria dan memakai cadar bagi muslimah dapat berpengaruh terhadap kehidupannya. Bahkan bisa mempengaruhi keimanannya. 

Dimana dengan penampilan yang Islami ini, menuntuk ia untuk terus berjalan di jalan-jalan yang sesuai dengan agamanya. Dan dengan penampilan ini menuntut pemakainya untuk menjauhi jalan-jalan dan perbuatan yang berbau maksiat. 

Contoh Real 

Bahkan ini juga dibuktikan. Beberapa waktu yang lalu ada seseorang yang nyinyir dengan keluarga yang suaminya berpenampilan Islami, istinya memakai hijab syari lengkap dengan cadar makan di tempat makan elit. 

Ada seseorang yang nyinyir mengkritik gaya hidup keluarga ini dengan sebutan gaya hedonis atau sejenisnya. Seolah-olah orang yang berpenampilan Islami seperti ini tidak cocok makan di tempat seperti ini, tidak cocok bergaya hidup seperti ini. 

Padahal jika dilihat tidak ada masalah seorang muslim makan dimana saja selama halal. Mungkin karena tempatnya yang elit atau makanannya yang tidak menusantara mungkin, sehingga seolah-olah orang yang melihatnya merasa tidak pantas penampilan seperti ini makan di tempat yang terlihat di sana orang-orang yang bergaya hidup hedonisme. 

Mungkin dalam pikiran si pencela ini tidak layak seorang yang berjenggot, muslimah bercadar memasuki tempat seperti ini. 

Maka dapat dikatakan  bahwasannya jika masuk dan makan di tempat seperti ini saja ia anggap tidak layak, maka tentu lebih tidak layak lagi jika seorang muslim dan muslimah yang berpenampilan Islami ini memasuki tempat maksiat, yang jelas-jelas di larang. 

Dan ini adalah bukti. Ternyata berpenampilan Islami, memakai celana cingkrang, berjenggot bagi pria dan memakai cadar / hijab syari bagi muslimah dapat memepengaruhi kehidupannya. Bahkan penampilan ini akan terus menggiring, memberikan konsekwensi, dan menuntut pemakainnya untuk menjauhi tepat / perbuatan-perbuatan yang tercela. Sehingga ia akan lebih terjaga dari tempat-tempat yang buruk dan amalan yang buruk. Hingga akhirnya satu amalan ketaatan ini akan terus mengajaknya kepada amalan ketaatan yang lainnya. dan hal ini akan berpengaruh kepada peningkatan keimanannya. 

Wallahu a'lam. 

Admin