• Pendaftaran Group WA RBM Quotes

    Saat ini Rumah Belanja Muslim membuka Group WhatsApps (WA) khusus akhwat. Group ini kami beri nama “RBM Quotes”. Gabung di group inu GRATIS, siapa saja boleh gabung asal muslimah dan siap menjaga adab dan mematuhi peraturan Group.

  • Kain Shakila

    Pernah dengar kain shakila ? Atau pernah liat kain shakila ? Apakah jenis kain shakila ini adem dan bagus ? Yuk kita sedikit ulas kain shakila yang sekarang lagi banyak diminati ini.

  • Untuk Apa Medsos Kita

    Untuk apa sosmed kita ? Mungkin ini adalah pertanyaan yang tepat yang dapat kita tujukan kepada diri kita masing - masing....

  • Mengapa Anak Berbusana Syar'i Sejak Dini ?

    Melihat anak - anak yang belum baligh memakai busana syar'i bahkan ada yang di pakaikan cadar oleh orang tuanya. Mungkin ada sebagian dari kita yang bertanya - tanya. Emang harus ya anak - anak di kasih baju seperti itu ?

  • Jangan Malu Memakai Sirwal Laa Isbal

    Kalimat ini mungkin cocok untuk kita sampaikan kepada saudara - saudara kita yang ingin berhijrah mengenakan pakaian yang Islami, namun masih sungkan dan malu - malu memakainya.

Tampilkan postingan dengan label cadar. Tampilkan semua postingan

Cadar Bandana Tali Nyaman dan Rapi

0 komentar
Mau pakai cadar dengan model yang rapi, nyaman tidak membebani hidung ketika dipakai ??? Yuuk cobain produk cadar bandana tali yang kami jual lengkap satu set dengan gamis syar'i dan jilbab non pet nya di edisi gamis tsaqifah terbaru ini.

Produk cadar ini merupakan salah satu produk cadar dengan tampilan yang lebih rapi ketika dipakai. Pemakaiannya juga simpel dan praktis seperti cadar tali, gak perlu di belit beli, atau di neko neko. Cukup pasangkan cadarnya di bagian muka, lalu talikan pengaitnya di bagian belakang, selesai. 

Mengapa memilik produk cadar dengan model yang simpel ?? Karena memang tujuan memakai cadar adalah untuk menutupi kecantikan muslimah yang memakainya. Jadi jika tujuannya adalah menutupi, jangan di rubah menjadi hal yang justru menghiasi atau mempercantik. 

Seperti yang kita lihat belakangan ini. Betapa banyak produk - produk cadar yang di jual dengan aneka model, yang terkadang terlihat kesan memakainya bukan lagi untuk menutupi kecantikan. Justru mempercantik, menghiasi muslimah yang bercadar. 

Ada juga produk cadar yang dipakai menyerupai rambut. Atau di buat dengan sedemikian rupa sehingga muslimah yang memakainya akan nampak lebih cantik. 

Pertanyaannya adalah, sebenarnya tujuan memakai cadar ini apa ?? Apakah di syariatkannya cadar ini pada dzat nya saja, atau tujuan memakainya ??? 

Coba pertanyaan ini kita kembalikan pada diri kita masing masing. dan jawabannya cukup simpan di dalam hati. Jika jawaban di dalam hati anda baik, maka simpan, dan mari kita ukur apakah jawaban itu sesuai dengan amalan kita. Benarkan kita memakai cadar murni untuk menutupi kecantikan yang telah di syariatkan Allah ta'ala. Ataukah lama kelamaan karena mengikuti trend fashion, kita pun ikut terhanyut dalam gegap gempitanya model niqob yang kekinian, yang terkadang ini justru menjadi talbis bagi pemakainya. 

Mungkin syaitan tidak bisa membuat muslimah yang sudah bercadar untuk melepaskan cadar yang ia kenakan. Maka syaitan pun mencari jalan lain, dengan membisikkan ke dalam hati hati muslimah untuk membuat perhiasan, menghiasi, membuat model model cadar / niqob yang sedemikian rupa, sehingga pemakainya nampak cantik dan menarik. Yang ini tentu akan memancing fitnah bagi para ikhwan yang memandangnya, karena cantiknya tampilan muslimah tersebut dengan hiasan cadar yang ia kenakan. 

Olah karena itu, maka produk - produk di Rumah Belanja Muslim, di buat dengan konsep yang minimalis, sederhana, namun nyaman dipakai. karena kami menyadari tujuan utama memakai niqob, jilbab atau busana bagi muslimah adalah bukan hanya pada dzat pakaiannya saja. Tapi utamanya adalah pada tujuan dan fungsi memakainya. 

Maka jika anda ingin berbusana syar'i, memakai cadar dengan tujuan untuk menutup aurat, menutupi perhiasan, dengan produk gamis yang nyaman dipakai. Ada baiknya anda coba beberapa produk gamis syar'i Tsaqifah dengan model cadar bandana tali ini. Produknya nyaman dipakai, model simpel dan minimalis, dengan material kain yang adem dan lembut. 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai ketersediaan stock produk, dan model - model busana syar'i yang lain di Rumah Belanja Muslim, mari langsung menghubungi kami melalui SMS / WA di 0857-2083-3878 sekarang juga. 

Foto Produk 

Model cadar Bandana Tali Gamis Tsaqifah
Model cadar Bandana Tali Gamis Tsaqifah





Read More »

Mengapa Melarang Cadar Bagi Muslimah ??

0 komentar
BerCadar

Belakangan rame berita berita pelarangan cadar di sekolah sekolah untuk muslimah. Di waktu yang lalu juga sempat terdengar berita berita tentang seorang ulama yang katanya melarang memakai cadar karena cadar bukan merupakan syariat islam. Hingga sampai saat ini masih banyak dari kaum muslimin yang anti cadar. 

Dari anggapan memakai cadar bagi muslimah karena itu hanya sebatas budaya Arab, karena memakai cadar bagi muslimah merupakan ciri ciri teroris aliran ekstrim, memakai cadar tidak bisa bergaul dengan orang lain, memakai cadar tidak bisa bebas, dan lain sebagainya. 

Kalau di sebutkan cadar bagi muslimah merupakan budaya Arab, maka ini telah banyak tulisan yang beredar yang menjelaskan tentang di Syariatkannya bercadar. Bahkan dalam masalah ini, Ulama berbeda pendapatnya berkaitan dengan apakah memakai cadar ini Sunnah ataukah sampai ke taraf Wajib. 

Yuk coba kita simak beberapa penjelasan mengenai syariat memakai cadar yang telah beredar sebelumnya seperti tulisan Benarkan Ajaran Memakai Cadar Tidak Ada di Zaman Nabi?. Hukum memakai cadar ini juga di bahas oleh empat imam madzhab yang populer sekarang. Yuuk simak tulisan ringkasnya di sini Hukum Memakai Cadar Dalam Pandangan 4 Madzhab. Dan jika di lihat dalam buku buku karya ulama, maka telah banyak buku yang beredar termasuk buku terjemahan yang membahas hukum memakai cadar bagi muslimah ini. Dan kiranya hal ini sudah cukup untuk menyatakan bahwasannya cadar itu bukan hanya sekedar budaya Arab, namun di Syariatkan di dalam Islam. 

Nah sekarang jika seandainya sudah begitu banyaknya ulama dari zaman dahulu, hingga di zaman kita sekarang yang membahas tentang cadar di dalam ISlam. Maka masih layakkah kita mengataan cadar hanya budaya Arab. 

Padahal jika di katakan cadar itu budaya Arab, bukankah di zaman jahiliyah dahulu, para wanitanya suka bertabarruj, menampakkan aurat di tempat umum, hingga di turunkahlah ayat tentang hijab, ayat tentang menutup aurat. 

Berati dari sini bisa di ketahui asal muasal menutup aurat termasuk memakai cadar bukan datang dari budaya Arab. Justru budaya Arab jahiliyah di masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dahulu kebiasaannya membuka aurat dan bertabarruj (bersolek di luar rumah). Lalu datanglah Islam yang memerintahkan untuk menutup Aurat.

Jadi ini juga bukti bahwasannya menutup aurat termasuk memakai cadar asal datangnya adalah dari Islam, bukan hanya sekedar budaya sebagaimana yang banyak di gembor gemborkan sekarang ini.

Saat kita mengetahui memakai cadar ini adalah di syariatkan, dan asalnya dari Islam. Tentu tidak layak bagi kita melarang orang lain untuk beramal dengan syariat Islam.

Tentang Toleransi


Jika senadainya kita yang sering teriak teriak toleransi di sana sini, namun dalam masalah agama sendiri tidak bisa bertoleransi, lalu sebenarnya apa yang di maksut toleransi itu ?? Untuk siapa anda berteriak toleransi ??

Tentu ini akan menjadi hal yang janggal. Kepada orang kafir kita harus toleransi. Namun kepada sesama muslim yang melaksanakan ajaran Islam kita tidak bisa toleransi.

Padahal dalam permasalahan memakai cadar bagi muslimah ini pemakainya tidak menganggu hak orang lain. Tidak ada yang di rugikan dengan wanita bercadar. ustru para lelaki di untungkan karena ia lebih mudah dalam menundukkan pandangan, lebih bisa menahan syahwat, dan mengurangi fitnah.

Lalu jika dalam memakai cadar ini tidak ada pihak yang terganggu sama sekali. Mengapa begitu gencarnya sebagian saudara muslim kita berteriat anti cadar  dengan berbagai macam alasannya ??

Coba kita lihat wanita yang di kesehariannya mereka tidak malu lagi membuka auratnya, memakai rok mini, celana pendek, dan pakaian pakaian lainnya yang mini. Tentu ini lebih mengganggu lagi bagi seorang pria muslim.

Seorang ikhwan akan lebih sulit menundukkan pandangan karena banyaknya wanita yang membuka aurat. Hampir hampir pandangan kita tidak selamat dari meilhat hal yang seharusnya tidak kita lihat.

Belum lagi jika laki laki itu tidak memiliki keimanan yang kuat, atau ada penyakit di dalam hatinya atau bahkan hatinya telah mati. Tentu terbayangkan oleh kita betapa kerusakan yang mungkin terjadi akibat hal membuka aurat seperti ini. Pemerkosaan, kekerasan seksualpun sering kita dengar berita beritanya di media masa.

Tentu dari sini kita ketahui  bahwasannya memakai cadar bagi muslimah ini jika dilihat dari mudharatnya hampir hampir kita tidak ketahui mudaharat yang berarti bagi orang lain karena memakai cadar. Tetapi membuka aurat sudah jelas dan terang mudharat yang di timbulkan begitu banyaknya, baik itu untuk wanita sendiri termasuk orang lain, bahkan anak keturunannya.

Admin | www.RumahBelanjaMuslim.Blogspot.Co.Id

Read More »

Memakai Celana Cingkrang, Berjenggot Tidak Mempengaruhi Kehidupan?

0 komentar
Celana Cingkrang Jenggot dan Cadar
Ada yang berkata, bahwasannya memakai celana cingkrang, memelihari jenggot bagi pria dan juga memakai cadar bagi wanita muslimah itu tidak ada pengaruhnya terhadap realitas kehidupan masa kini. 

Sehingga orang yang berargumentasi seperti ini menggap tidak ada manfaatnya memakai celana cingkrang, memilhari jenggot bagi pria muslim. Atau begitu juga bagi muslimah yang memakai cadar, ini pun tidak bermanfaat dan tidak sesuai dengan realitas kehidupan masa kini. 

Atau mungkin ada yang beranggapan memakai celana cingkrang / pakaian tidak isbal, memelihara jenggot adalah sebua perkara khilafiyah. Sehingga di keluarkan dari bagian syariat Islam. Tentu ini juga kesalahan besar. Jika ini bukan bagian syariat Islam, lalu mengapa ulama membahasnya? Lalu mengapa ada ulama yang bahkan mewajibkan memelihara jenggot, mengharamkan memakai celana isbal? Di kemanakan Ulama yang berpendapat demikian?. 

Kembali lagi kepada topik diatas. Benarkan memakai celana cingkrang, memelihari jenggot bagi pria dan mengenakan cadar bagi wanita muslimah tidak memiki signifikansi dan pengaruhnya terhadap kehidupan kekinian? 

Jawabnya tentu tidak! 

Namun jika yang berargumen demikian yang dimaksudkan adalah bahwasannya syariat Islam sudah tidak sesuai dengan kehidupan sekarang. Maka masalahnya adalah benarkah anda telah meyakini agama Islam yang anda anut sekarang ini dengan segala macam kebenarannya? Jika belum yakin, maka ada baiknya mari perbaiki keimanan kita sedari sekarang sebelum kebablasan. 

Tapi jika anggapan ini keluar karena hanya di dasari nafsu semata karena anda belum mampu mengamalkan syariat ini maka anda baiknya anda perhatikan sedikit ulasan kami ini. 

Ternyata Celana Cingkrang, Jenggot dan Cadar Berpengaruh Terhadap Keimanan

Sebagaimana telah kita ketahui, salah satu akidah Islam yaitu meyakini bahwasannya iman itu bisa bertambah dan bisa berkurang. Keimanan seorang muslim bisa bertambah dengan ketaatan dan bisa berkurang dengan kemaksiatan. Sesuai dengan kadarnya masing-masing.

Begitu juga kita telah mengetahui bahwasannya satu amal ketatan itu bisa mengajak kepada ketaatan beikutnya. Dan sebaliknya, satu kemaksiatan bisa menyeret seseorang untuk berbuat maksiat berikutnya. 

Maka kita lihat sekarang. Ketika ada seorang pria berpenampilan memakai celana cingkrang / sirwal yang longgar tidak isbal lengkap dengan jenggot yang menghiasi wajahnya. Adakah terlihat tampilan ini kita anggap sebagai tampilan seorang ahli maksiat? 

Atau pernahkah anda melihat orang yang pakai celana cingkrang, memelihara jenggot dan atau di sertai istrinya yang bercadar suka masuk diskotik, bar, atau tempat maksiat lainnya? 

Tentu TIDAK bukan? 

Kalaupun mungkin ada yang membantah, di sebuah daerah / di sebuah negeri ada orang wanita yang memakai jilbab, memakai cadar (mungkin), namun pekerjaannya adalah salah satu pekerjaan keji. Dimana pakaian ini dipakai hanya di luar saja, sementara setelah masuk ke area mereka, maka beda lagi penampilannya justru serba terbuka. 

Kita temui orang yang seperti ini tentu sangat jarang. Dan biasanya wanita yang berjilbab atau bercadar namun pekerjaannya adalah pekerjaan yang keji / maksiat, maka kita akan mendapati alasannya memakai jilbab / cadar hanya sekedar karena budaya / karena takut kepada aturan pemerintah setempat. 

Sementara dalam keyakinannya tentu berbeda dengan apa yang ada pada dhohirnya. 

Maka hal yang seperti ini tidak bisa di pukul rata dan hanya berlaku khusus bagi beberapa orang saja. 

Namun jika kita mendapati seorang pria muslim yang memakai celana cingkrang, memelihara jenggot yang dasar amalannya karena ajaran Islam maka sangat jarang atau bahkan tidak kita dapati orang seperti ini yang hobi mendatangi tempat maksiat. 

Karena apa? Karena minimal ketika ia berpenampilan Islami, dimanapun ia berada akan selalu mengajak dan memaksa dia menghindari tempat-tempat yang buruk. Ia akan malu ketika berpenampilan Islami namun pergi ketempat maksiat. Dan inilah yang kami sebutkan, satu ketaatan itu akan mengajak kepada ketaatan berikutnya dan bahkan dapat mengajak pekaunya menghindari maksiat. Atas izin Allah ta'ala. 

Begitu juga bagi para wanita yang berhijab syari, memakai cadar. Tentu dengan pakaiannya yang baik ini, menuntut ia untuk terus beramal dengan kebaikan. Dan menjauhi apa yang tidak layak di lakukan oleh seorang muslimah. Dan mungkin inilah salah satu makna dari pakaian taqwa. Yaitu pakaian yang selalu mengajak pemakaiannya kepada ketaatan kepada Allah, dan menjauhi apa-apa yang tidak pantas di lakukan seorang muslimah. 

Maka dari sini, kita bisa membuktikan bahwasannya ternyata memakai celana cingkrang, memihara jenggot bagi pria dan memakai cadar bagi muslimah dapat berpengaruh terhadap kehidupannya. Bahkan bisa mempengaruhi keimanannya. 

Dimana dengan penampilan yang Islami ini, menuntuk ia untuk terus berjalan di jalan-jalan yang sesuai dengan agamanya. Dan dengan penampilan ini menuntut pemakainya untuk menjauhi jalan-jalan dan perbuatan yang berbau maksiat. 

Contoh Real 

Bahkan ini juga dibuktikan. Beberapa waktu yang lalu ada seseorang yang nyinyir dengan keluarga yang suaminya berpenampilan Islami, istinya memakai hijab syari lengkap dengan cadar makan di tempat makan elit. 

Ada seseorang yang nyinyir mengkritik gaya hidup keluarga ini dengan sebutan gaya hedonis atau sejenisnya. Seolah-olah orang yang berpenampilan Islami seperti ini tidak cocok makan di tempat seperti ini, tidak cocok bergaya hidup seperti ini. 

Padahal jika dilihat tidak ada masalah seorang muslim makan dimana saja selama halal. Mungkin karena tempatnya yang elit atau makanannya yang tidak menusantara mungkin, sehingga seolah-olah orang yang melihatnya merasa tidak pantas penampilan seperti ini makan di tempat yang terlihat di sana orang-orang yang bergaya hidup hedonisme. 

Mungkin dalam pikiran si pencela ini tidak layak seorang yang berjenggot, muslimah bercadar memasuki tempat seperti ini. 

Maka dapat dikatakan  bahwasannya jika masuk dan makan di tempat seperti ini saja ia anggap tidak layak, maka tentu lebih tidak layak lagi jika seorang muslim dan muslimah yang berpenampilan Islami ini memasuki tempat maksiat, yang jelas-jelas di larang. 

Dan ini adalah bukti. Ternyata berpenampilan Islami, memakai celana cingkrang, berjenggot bagi pria dan memakai cadar / hijab syari bagi muslimah dapat memepengaruhi kehidupannya. Bahkan penampilan ini akan terus menggiring, memberikan konsekwensi, dan menuntut pemakainnya untuk menjauhi tepat / perbuatan-perbuatan yang tercela. Sehingga ia akan lebih terjaga dari tempat-tempat yang buruk dan amalan yang buruk. Hingga akhirnya satu amalan ketaatan ini akan terus mengajaknya kepada amalan ketaatan yang lainnya. dan hal ini akan berpengaruh kepada peningkatan keimanannya. 

Wallahu a'lam. 

Admin 

Read More »

Syariat Yang Terdzolimi (Cadar Untuk Muslimah)

0 komentar

Setelah pada artikel sebelum telah sedikit kami corat coret mengenai syariat yang terdzolimi bag I, maka kali ini kami ingin sedikit corat coret mengenai syariat yang terdzolimi bagian berikutnya yang ingin bercerita mengenai terdzoliminya syariat Islam khususnya syariat memakai cadar. 
 
Telah kita ketahui bersama, memakai cadar itu merupakan bagian dari Syariat Islam. Sebagaimana yang telah di tulis dalam artikel yang berjudul Hukum Memakai Cadar Dalam Pandangan 4 Madzhab ini, kita dapatkan hukum memakainya hanya berkisar antara wajib dan sunnah saja.

Bahkan salah satu Ulama dari madzhab Syafi’i yaitu Imamul Haramain al Juwaini (guru besar Imam al Ghazzali) rahmatullah ‘alaihi mengatakan,

"Penduduk Irak dan selain mereka berpendapat kepada keharamannya (memandang wanita ajnabiyah-pen) tanpa ada keperluan (misal : nazhor untuk dinikahi-pen). Beliau berkata (Al Juwaini-pentahqiq) : dan ini adalah pendapat yang kuat menurutku, disertai Kesepakatan Kaum Muslimin Untuk Melarang Para Wanita Dari Melakukan Tabarruj Dan Membuka Wajah Mereka Serta Meninggalkan Cadar". (Nihaayatul Mathlab fi Diraayatil Madzhab hal. 31 Jilid 12 cet. Darul Minhaj 1428 H tahqiq Dr. 'Abdul 'Azhim Mahmud) (Sumber : Ust Hanifah Ibnu Yasin)

Maka sungguh aneh sekali, ketika kita melihat di hari ini, dan mungkin hari hari sebelumnya kaum muslimah yang memakai cadar mendapat celaan yang keras. Mereka terpojokkan hidup menerapkan syariat Islam di negeri kaum muslimin. Seolah-oleh memakai cadar ini merupakan sebuah aib.

Bahkan sebuah fakta di negeri kaum muslimin dan di ucapkan dari lisannya orang yang mengaku Islam dikatakan bahwasannya muslimah yang memakai cadar itu paling memiliki cacat di muka, memiliki paras muka yang buruk sehingga di tutupi, memiliki rambut yang jelek sehingga di tutupi, jadi jangan pilih wanita yang serba di tutupi karena bisa jadi ada cacat di dalamnya. Dan ini adalah kenytaan yang kami saksikan sendiri. Lahaula wala quwwata illa billah.

Betapa syariat Ini telah di dzolimi, telah di abaikan, seolah-olah memakai cadar ini bukanlah bagian Islam. Sampai-sampai anak-anak kecil di takut-takuti dengan muslimah yang bercadar oleh ibu-ibu / saudara-saudara mereka. Sehingga al hasil dari semasa kecil saja sudah di didik anti cadar, dan besarnya tentu bisa lebih parah dari itu.

Maka wahai saudaraku, janganlah karena kebencianmua terhadap sesuatu itu membuatmu tidak mau mengenal nya lebih dalam. Kebencianmu terhadap cadar untuk muslimah janganlah menghalangimu untuk mencari Ilmu menganai syariat memakai cadar. Sehingga dengan keterbukaan pemikiran dan kelapangan hati ini dapat membuat kebenaran, kebaikan itu dengan mudah masuk ke diri kita. Sehingga kita mampu membedakan mana yang haq dan mana yang bathil. Wallahu a’alam.

Akun FB RUMAH BELANJA WHYLUTH 

Read More »

Cadar Bandana

2 komentar
cadar bandana
cadar bandana
Salah satu kelengkapan busana muslimah yang masih terdapat khilaf di dalam pensyariatannya apakah wajib atau sunnah adalah cadar. Namun begitu, karena hukum minimalnya memakai cadar ada Sunnah maka memakai cadar bagi muslimah ini adalah suatu kebaikan untuknya.

Mungkin ketika anda menginginkan cadar atau purdah, masih cukup sulit mendapatkan penjualnya. Karena cadar ini belum menjadi kelengkapan busana muslimah yang familiar dipakai disetiap tempat. Terkadan di negri kita ini masih ada tempat-tempat atau daerah-daerah yang masyarakat atau penduduknya masih aneh dan menganggap wanita memakai cadar ini dengan berbagai anggapan negative. Namun saat ini sudah banyak juga tempat-tempat yang sudah mengenal dan tidak mempermasalahkan muslimah bercadar.

Nah untuk anda yang sudah terbiasa mengenakan cadar, dan masih sulit mendapatkan produk cadar ini dapat segera berlangganan dengan kami. Insya Allah kami menjual secara langsung maupun melalui pre order berbagai jenis model cadar untuk muslimah.

Salah satu model cadar yang simpel, praktis dan terlihat rapi ketika dikenakan oleh seorang muslimah adalah cadar bandana. Cadar ini sejenis dengan cadar tali, namun cadar bandana ini lebih tertutup ketika dipakai muslimah. Cadar model ini juga praktis dengan model cadar bandana tali yang mudah lepas pakai dan dapat menyesuaikan berbagai macam ukuran lingkar kepala.

Kenyamanan memakai cadar bandana ini juga terdapat pada model talinya yang terikat / mengaitnya di bagian jidat bukan di bagian hidung. Sehingga saat di kenakan dalam waktu yang lama pun tetap nyaman dan tidak terlalu membebani hidung dan tidak mudah lepas karena bisa di ikat lebih kuat.

Kami menjual cadar bandana ini dengan berbagai macam pilihan warna. Dari warna-warna favourit yang banyak diminati muslimah seperti dari warna-warna gelap, hitam, coklat kopi, dongker dan lain sebagainya, sampai pada warna-warna yang kalem seperti coklat capucino, hijau tosca, pink, dan sejenisnya. Pilihan warna cadar bandana ini tidak menghambat anda untuk berbusana syar’I karena insya Allah masih berada dalam koridor bebas tabarruj.

Untuk info dan pemesanan cadar badana ini, anda dapat segera menghubungi kami melalui SMS / WA di 085720833878. 

Mari like fanpage facebook kami di Rumah Belanja Muslim
Akun facebook kami Rumah Belanja Whyluth

Artikel : Cadar Bandana

Read More »

Sisi Positif Memakai Cadar

0 komentar
cadar
cadar
Cadar dalam Islam telah dikenal lama sejak zaman para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Walaupun dalam pensyariatan memakai cadar ini terdapat perselisihan pendapat di dalam menentukan hukumnya apakah wajib atau sunnah. Namun kesemua pendapat para ulama itu terdapat satu kesamaan, yaitu sama-sama menganggap bahwa memakai cadar bagi wanita muslimah itu adalah suatu kebaikan di dalam syariat dan dapat membuahkan pahala bagi yang memakainya.

Ternyata diantara ulama yang dikenal keilmuannya sejak zaman para Sahabat tidak kita ketemukan yang berpendapat bahwasannya memakai cadar adalah makruh atau bid’ah, sebagaimana ada satu kelompok orang belakangan yang menyatakan mengenakan cadar adalah makruh atau bahkan bid’ah. Entah apa motif atau dasar hukum dari penetapan syariat Allah sebagai sesuatu yang makruh bid’ah ini, apakah kejahilan, ataukah keengganan mengikuti pemahaman para ulama salaf yang sholih yang langsung menimba ilmu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Padahal jika kita teliti dan fahami menggunakan logika kita, dengan seorang wanita muslimah memakai cadar dalam kesehariannya maka terdapat banyak sisi positif dan manfaat yang bisa di dapatkan. Baik manfaat itu bersifat tertunda yaitu manfaat di akhirat, ataupun manfaat langsung yang bisa dirasakan di dunia ini.

Mari kita coba renungkan beberapa sisi positif dan manfaat yang bisa diperoleh seorang muslimah ketika mengenakan busana yang syar’i lengkap dengan cadarnya berikut ini,

1.    Merupakan Bentuk Ketaatan

Jelas berdasarkan nash dan pendapat-pendapat ulama ahli ilmu bahwasannya hukum memakai cadar disini terbagi menjadi dua pendapat yaitu wajib dan sunnah. Dari sini dapat kita lihat hukum minimal mengenakan cadar bagi muslimah adalah Sunnah, dimana jika seseorang memakainya maka akan menjadi timbangan pahala baginya, dan ketika meninggalkannya tidak mengapa. Maka dari sini dapat kita simpulkan memakai cadar itu merupakan bentuk ketaan kepada Allah, karena cadar merupakan bagian dari syariat Islam, dan bukan hanya sekedar pakaian khas Arab atau suku tertentu saja.

2.    Terhindar dari Berbagai Macam Fitnah

Dengan seorang muslimah mengenakan cadar lengkap dengan busana syar’i dalam kesehariannya, maka ia akan lebih aman dan terhindar dari fitnah di luar rumah. Mengingat dalam satu hadits dinyatakan bahwasannya wanita itu adalah aurat, ketika ia keluar rumah maka syaiton akan berusaha menghias-hiasinya untuk memicu terjadinya fitnah bagi kaum pria. Nah, ketika seorang wanita menutupi auratnya dengan benar termasuk memakai cadar, maka fitnah ini dapat diminimalisir karena syaiton akan lebih sulit untuk membuat fitnah karena perhiasan wanita muslimah telah tertutupi dengan baik.

Coba kita lihat di lingkungan kita, kita bandingkan seorang wanita yang buka-bukaan memamerkan auratnya memamerkan perhiasan yang seharusnya ia tutupi, dengan seorang muslimah yang menutupi aurat dan perhiasannya dengan sempurna lengkap dengan cadar di wajahnya, apakah sama perlakuan kaum pria terhadap mereka berdua?

Tentu anda akan melihatnya berbeda, kaum laki-laki akan lebih sungkan untuk memandang muslimah yang bercadar dan berbusana syar’i dibandingkan memandang wanita yang terbuka auratnya. Mata lelaki akan condong tertuju pada perempuan yang membuka aurat / memamerkan perhiasannya dibandingkan yang tertutup dengan baik. Dari perlakuan mereka (laki-laki) pun tentu akan berbeda, mereka (laki-laki) akan lebih sopan dalam berbicara ataupun bertingkah laku kepada seorang muslimah berbusana syar’i lengkap dengan cadar ketimbang wanita yang buka-bukaan yang suka tabarruj. Bahkan tidak jarang kita lihat wanita yang tampil cantik, tampil seksi banyak para laki-laki yang menggodanya dengan siulan atau sampai pada menyentuh dan lain sebaginya yang sifatnya pelecehan terhadap wanita. Tentu disini akal sehat kita akan menerima sisi positi memakai cadar ini, mengingat wanjah ini juga merupakan pusat daya tariknya seorang wanita muslimah.

3.    Terhindar dari Debu dan kotoran-kotoran

Ketika seorang muslimah memaki cadar, tentu saat berada diluar rumah, dijalan, atau ditempat-tempat umum maka ia minimalkan dapat terhindar dari kotoran dan debu yang mungkin terhirup melalui pernafasan. Mengingat di era kita saat ini betapa banyaknya pencemaran lingkungan yang terjadi, dari berbagai macam debu dan zat-zat yang berbahaya lainnya, baik dari hasil limbah pabrik ataupun limbah lainnya, dimana manusia di zaman ini kurang peduli terhadap lingkungannya. Banyak juga kita lihat orang-orang dijalan-jalan di tempat-tempat umum yang memakai masker dan sejenisnya untuk menghidari terhidupnya zat-zat berbahaya pada tempat-tempat tersebut. Maka dengan wanita muslimah memakai cadar, ia telah menjalankan syairiat dan mendapat manfaat kesehatan. Jadi manfaatnya ganda.

Terkait dengan sinar UV juga dengan seorang wanita mengenakan busana syar’i yang menutupi tubuhnya secara baik lengkap dengan cadar, maka mereka juga telah menghindarkan / melindungi dirinya dari sengatan sinar UV ketika diluar rumah.

4.    Menjadi Contoh yang Baik Bagi Anak-Anak

Telah kita ketahui bersama, bahwasannya salah satu cara menjadikan anak sholeh dan sholehan adalah dengan menjadikan diri orang tuanya menjadi sholeh terlebih dahulu. Karena orang tua adalah suri tauladan yang akan banyak di ikuti oleh anak-anaknya, yang akan menjadi sumber referensi utama dalam betingkah laku bagi anak-anaknya. Maka dengan memberikan contoh kebaikan memakai cadar di depan anak-anak mereka ketika keluar rumah, maka ia secara tidak langsung mengajarkan anak mereka cara bagaimana berbusana yang benar bagi seorang muslim. Inilah salah satu sebab mengapa kesholihan seseorang itu berpengaruh pada anak-anaknya.

Coba kita lihat saat ini, berapa banyak orang tua yang tidak peduli dengan pendidikan anak-anaknya. Mereka berikan contoh untuk anak-anak mereka contoh-contoh yang buruk, contoh mengumbar aurat, ikhtilat dengan lawan jenis, pergaulan bebas, kata-kata kasar baik makian, umpatan dan selainnya, dan berbagai macam perbuatan tercela lainnya. Sampai anak-anak kecila dari usia TK ataupun SD atau bahkan baru bisa berbicarapun sudah terbiasa dengan hal-hal buruk, ucapan-ucapan kasar, bahkan diantaranya sudah mengenal hubungan suami istri dan mempraktekkannya, waliyyadzubillah. Nasalullaha salamah.

Lalu jika demikian, apa yang dapat kita harapkan dari generasi masa depan kita kelak. Apakah Islam yang akan mereka gigit dengan gigi geraham mereka ataukah justru budaya barat yang berbahaya yang akan mereka agungkan.

Betapa banyak orang-orang dizaman ini bahkan seorang ibu yang saat ini menggembor-gemborkan kebebasan yang mutlak pada wanita, menginginkan adanya kesamaan gender dan lain sebagaimana, sehingga mereka para wanita dapat bertindak, bertingkah laku, berkarya bebas sebagaimana seorang pria. Dan betapa banyak orang-orang yang mengusung semboyan-semboyan syirik dari penyamaan agama, menganggap semua agama benar dan tidak beramar ma’ruf nahi munkar. Juga berapa banyak pendukung pendapat-pendapat sesat yang menyatakan memaki jilbab bagi muslimah itu tidak wajib dan berbusana syar’i itu hanya kebudaayaan orang arab saja, hingga akhirnya menelorkan wanita yang buka-bukaan yang merusak akhlak kaum muslimin?

Pertanyaannya, apakah kita rela kelak anak-anak kita mengikuti hal yang demikian? Bukankah setiap pemimpin itu kelak akan dimintai pertanggung jawabannya terhadap apa yang ia pimpin, dan bahwasannya seorang ibu adalah penanggung jawab terhadap keluarga dan anak-anak dan kelak akan dimintai pertanggung jawabannya terhadap tanggungjawabnya itu?

Maka disinilah pentingnya teladan yang baik dari setiap orang tua. Jadikan diri kita masing-masing menjadi orang yang sholih dan kita contohkan kesholihan kita ini pada anak-anak kita. Jangan malah kita beri contoh mereka dengan hal-hal yang buruk, pendapat-pendapat yang nyleneh dan kita berharap anak kita menjadi anak yang sholih? Bukankah orang lapar tidak akan kenyang kecuali ia harus makan terlebih dahulu? Maka begitu juga anda ingin anak anda menjadi sholeh, hendaknya anda menjalani sebab-sebab yang menjadikan anak menjadi sholih. Wallahu a’alam.


Fanpage kami Rumah Belanja Muslim
Akun Facebook Rumah Belanja Whyluth


Read More »