• Pendaftaran Group WA RBM Quotes

    Saat ini Rumah Belanja Muslim membuka Group WhatsApps (WA) khusus akhwat. Group ini kami beri nama “RBM Quotes”. Gabung di group inu GRATIS, siapa saja boleh gabung asal muslimah dan siap menjaga adab dan mematuhi peraturan Group.

  • Kain Shakila

    Pernah dengar kain shakila ? Atau pernah liat kain shakila ? Apakah jenis kain shakila ini adem dan bagus ? Yuk kita sedikit ulas kain shakila yang sekarang lagi banyak diminati ini.

  • Untuk Apa Medsos Kita

    Untuk apa sosmed kita ? Mungkin ini adalah pertanyaan yang tepat yang dapat kita tujukan kepada diri kita masing - masing....

  • Mengapa Anak Berbusana Syar'i Sejak Dini ?

    Melihat anak - anak yang belum baligh memakai busana syar'i bahkan ada yang di pakaikan cadar oleh orang tuanya. Mungkin ada sebagian dari kita yang bertanya - tanya. Emang harus ya anak - anak di kasih baju seperti itu ?

  • Jangan Malu Memakai Sirwal Laa Isbal

    Kalimat ini mungkin cocok untuk kita sampaikan kepada saudara - saudara kita yang ingin berhijrah mengenakan pakaian yang Islami, namun masih sungkan dan malu - malu memakainya.

Tampilkan postingan dengan label budaya arab. Tampilkan semua postingan

Tentang Arab

0 komentar
Tentang Arab

Tahukah Anda .. Bahwsannya, seorang Muslim itu ..
  • Kiblat sholat ke Arab .. 
  • Syahadat yang membedakan seorang muslim dengan selainnya berbahasa Arab 
  • Sholat menggunakan bahasa Arab .. 
  • al-Quran di turunkan dalam berbahasa Arab .. 
  • Hadits Nabi berbahasa Arab .. 
  • Islam datang di Negeri Arab .. 
  • Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam seorang Quraisy (Arab) ..
  • Bahasa beliau shallallahu 'alaihi wa sallam Arab .. 
  • Tanah Haram juga da di Arab .. 
  • Bahasa yang paling fasih adalah bahasa Arab ..

Nah, masihkan layak bagi seorang muslim atau muslimah anti Arab .. ?


Admin 

Read More »

Mengapa Anti Dengan Budaya Arab?

0 komentar
cadar budaya arab

Ketika melihat wanita muslimah bercadar, memakai busana dengan warna yang gelap-gelap maka langsung yang terlintas di kebanyakan fikiran kita adalah budaya arab. Dan ternyata anggapan budaya Arab ini tidaklah menjadi anggapan yang positif namun justru statementnya negatif yang biasanya dikait-kaitkan dengan ajaran garis keras, ekstreem, dan lain sebagainya.

Coba kalau kebiasaan itu datangnya dari barat, baik dari kebiasaan berpakaian, kebiasaan berucap yang sok kebarat-baratan, maka tentu jarang dari kita yang menyorotinya. Bahkan ketika ada seorang wanita yang tidak menutup auratnya dengan baik karena ingin berbusana sok kebarat-baratan yang menjadi tren centernya justru malah dibiarkan bahkan mendapat anggapan baik dan minimal positif thinking. Kebanyakan orang langsung memberikannya udzur, mungkin karena belum tahu, mungkin lingkungannya kurang baik dan segala macamnya.

Yang jadi pertanyaannya adalah, mengapa kebanyakan kita sangat anti dengan yang namanya  budaya Arab? Sementara dengan budaya lain khususnya budaya kebarat baratan dengan kebiasaan hidup yang serba liberal kebanyakan kita menerimanya dan tidak mepermasalahkannya?

Apakah Budaya Arab yang kita benci, ataukah justru benih-benih kebencian terhadap syariat Islam yang keluar dari ide pemikiran orang-orang orientalis, liberal sudah masuk kedalam pola fikir dan hati kita?

Padahal kebanyakan yang di cap sebagai budaya Arab seperti mekai cadar, memakai busana yang syar’i serba tertutup itu ada syariatnya di dalam Agama kita, dan bahkan hal ini ada di dalam al-Qur’an dengan penafsiran Sahabat Nabi yang mulia.

Dan memang telah menjadi sunatullah Agama Islam itu turun pada bangsa Arab, dengan bahasa Arab, al-Qur’an dalam bahasa Arab, Hadits dalam bahasa Arab, bahkan buku-buku para ulama banyaknya dari Bahasa Arab, bahkan salam kepada sesama muslim juga dengan bahasa Arab. Lalu kenapa kita membenci budaya Arab? Kenapa kita benci dengan hal yang berbau ke Arab-Araban? Apalagi kalau ternyata budaya itu telah di syariatkan di dalam Islam, maka tentu bukanlah menjadi sebuah budaya khusus, namun berlaku umum bagi umat Islam.

Dan kalapun budaya itu baik, mengapa kita juga harus menolaknya? Bukankah ideologi bangsa kita juga ideologi yang menggabungkan antara beberapa ideolgi yang mungkin di anggap baik oleh penggagasnya. Dan tentu percampuran beberapa ideologi ini bukanlah murni dalam dalam bangsa kita, namun dari luar.

Lalu kenapa kalau kebiasaan itu asalnya dari Arab atau ke Arab-arabkan langsung dibully dan di caci maki. Padahal tentu semua sepakat menutup aurat itu bagi seorang muslimah adalah kewajiban yang teu sebuah hal yang baik tanpa ada pengingkaran?.

Kalaupun ternyata ada sebgai muslimah memakai cadar, busana gelap-gelap ternyata sikapnya agak ekstreem, menghalalkan bom bunuh diri, menghalalkan darah kaum muslimin, maka tentu yang bermasalah bukan pada busananya, namun pada keyakinannya, pada akidahnya. Jika yang rusak itu pada keyakinannya, pada akidahnya, maka janganlah satu kesalahan itu dipukul ratakan kepada muslimah yang lain yang tidak sekeyakinan dengannya, tidak ke akidah dengannya. Marilah kita coba menilai sesuatu dengan bijak dan adil.

Bukankah kewajiban sesama muslimah adalah berloyal dan berkasih sayang terhadapnya, yang berbeda sikap kita kepada orang kafir yang tentunya kepadanya kita harus berlepas diri, baro’ dan antara kita dan mereka terdapat jurang pemisah. Maka marilah bersikap adil, dan mari kita terapan wala dan baro’ kita sesuai dengan apa yang di syariatkan Allah ta’ala. Wallahu a’lam.

Fanspage RUMAH BELANJA MUSLIM
Akun FB RUMAH BELANJA WHYLUTH 

Read More »

Budaya Leluhur atau Budaya Arab?

0 komentar
Budaya Leluhur atau Budaya Arab
Yang kecil di besarkan dan yang besar di biarkan, ini kiranya kalimat yang cocok untuk menanggapi fenomena yang terjadi belakangan ini. Betapa tidak, ada sebagian orang yang mempermaslahkan kaum muslimin di sekitar kita yang dalam muamalahnya sehari-hari mengganti kata saya menjadi ana, kata kamu menjadi anta / antum, saudara jadi akhi, dan lain sebagainya. Hal seperti ini dikatakan bahwasannya orang-orang yang terbiasa menggunakan bahasa Arab ingin mengubah budaya leluhur menjadi budaya Arab.

Sebenarnya simpel saja, apa sih masalahnya kalau orang ingin mengubah kebiasannya yang biasanya berbahasa murni Indonesia sedikit dirubah ke bahasa Arab? Toh juga kita dapati orang-orang yang di daerah jawa juga sudah banyak yang merubah gaya biacaranya campuran betawi, sumatra, dan bahkan yang lagi tren campuran bahasa yang kebule-bulean bahasa Inggris. Dan anda kayaknya cuek aja dengan orang yang merubah gaya bahasanya yang tadinya terbiasa memakai bahasa jawa, bahasa Indonesia menjadi gaya bahasa Inggris?

Kenapa tidak dikatakan kepada orang-orang yang merubah gaya bahasannya yang tadinya tradisional jawa, madura, batak dan lain sebagainya menjadi bahasa Inggris sebagai orang yang ingin merubah budaya leluhur menjadi budaya bule atau budaya barat? Sepertinya hal ini sudah menjadi hal yang anda ridhoi?

Padahal kalau kita seorang muslim mau bersikap adil, bahasa Arab itu bahasanya siapa? Tentu Al-Qur’an bahasa Arab, Hadits Bahasa Arab, lalu kenapa kalau orang Islam mau membiasakan bahasa Arab dalam kesehariannya dianggap orang yang merubah budaya leluhur?

Sementara bahasa Inggir itu bahasanya siapa? Dan mengapa yang dipermsalahkan hanya budaya Arab saja, bahasa Arab saja, semntara berbagai macam gaya dan budaya barat yang masuk dan mulai merasuki para kaum muslim disekitar kita malah justru banyak yang cuek terhadapnya.

Perlu diketahui disini, maksutnya bukan orang Islam dilarang belajar bahasa Inggris. Namun hendaknya seimbang kita dalam menimbang sesuatu, jangan sampai karena kebencian yang tidak jelas asal usulnya kita mudah men cap seseorang ini dan itu dengan berbagai macam tuduhan yang tidak benar.

Mudah-mudahan ini dapat menjadi evaluasi lagi bagi setiap kita dalam berucap. Hendaknya kita berfikir lagi lebih panjang untuk dapat mengeluarkan statement statement nyeleneh, aneh bin ajaib. Karena kelak kita akan bertanggung jawab terhadap apa yang telah lisan kita ucapkan. Maka hendaknya kita lebih berhati-hati lagi dalam berucap. Wallahu a’lam.

Fanspage RUMAH BELANJA MUSLIM
Akun FB RUMAH BELANJA WHYLUTH

Read More »

Budaya Arab VS Budaya Barat

0 komentar
Budaya Arab VS Budaya Barat
Salah satu makna kata budaya di dalam kamus KBBI adalah sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan yang sudah sukar diubah. Dan budaya ini merupakan bentuk dari hasil pikiran dan atau akal budi manusia. Sehingga kita dapati saat ini budaya di masing-masing daerah berbeda-beda, karena memang kemampuan akal dan budi tiap manusia berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya.

Berkaitan dengan budaya ini, persepsi satu individu dengan individu yang lainnya berbeda-beda. Ada yang menganggap sebuat budaya di sebuah daerah tertentu itu lebih maju dari budaya tempat lainnya dan ada yang beranggapan sebaliknya. Sehingga kita dapati saat ini berbagai macam kebudayaan yang dianggap maju oleh sebagian orang mulai di promosikan masuk ke negeri kita tercinta ini.

Sebagai contoh, betapa banyak para pemuda dan pemudi di sekitar kita yang beranggapan pusat dari kemajuan zaman pada saat ini adalah berada pada budaya barat. Sehingga kita lihat fenomena belakangan ini betapa gencarnya manusia mempromosikan budaya barat ini masuk melesat dengan kencang dari berbagai macam sarana media ke negeri kita. Hingga kita dapati hampir di setiap tingkah laku dan gaya hidup muda-mudi disekitar kita sudah banyak yang mengadopsi budaya barat.

Lihat saja dari gaya berbicara para pemuda dan pemudi muslim di sekitar kita saat ini, mereka lebih bangga berbicara dengan bahasa Inggris / campuran bahasa inggris ketimbang menggunakan baha sendiri / bahasa Agamanya. Mereka menganggap seorang yang telah maju dan mengikuti perkembangan zaman adalah mereka-mereka yang sudah lihai berbahasa campuran yang ke “bule-bulean”.

Kita lihat juga dari cara dan gaya berpakaian pemuda dan pemudi disekitar kita saat ini. Betapa banyak dari mereka saat ini sudah tidak sungkan dan tidak malu lagi mengenakan pakaian bikini di tempat umum, mengenakan celana super pendek dan super ketat bahkan tidak bercelana, mengenakan gaun super mini dan lain sebagainya. Padahal jika kita cek pada KTP mereka maka kita akan temui ternyata kebanyakannya beragama Islam.

Dari segi kesukaan, hobipun tidak lepas dari penitrasi budaya barat yang kian merebak di negeri kita. Hingga kita dapati bahkan para pemuda dan pemudi di daerah pedalaman lebih suka mendengar dan menghafal lagu-lagu barat yang disadari ataupun tidak disadari kebanyakannya berlirik sangat porno bahkan syirik. Dan sekali lagi, ternyata ini banyak terjadi pada orang-orang disekitar kita yang beragama Islam.

Sungguh ini hanyalah sebagian saja dari banyak fenomena kebanggan terhadap budaya barat yang melanda masyarakat di negeri kita ini. Mereka sangat bangga ketika apapun yang mereka pakai dan mereka kenakan itu berbau kebarat-baratan. Mereka sangat antusias untuk selalu menunggu tren terbaru ala barat. Bahkan mereka rela mengeluarkan uang yang tidak sedikit hanya untuk mengejar gaya hidup hedonis kaum barat.

Dan sangat disayangkan, ternyata di samping kebanggan kebanyakan manusia terhadap budaya barat yang ternyata pada kenyataannya banyak telah merusak mental, akhlak dan bahkan akidah seorang muslim ini, di sisi lain kebanyakan mereka sangat anti dengan budaya yang berbau ke “Arab-Araban”. Hampir semua yang berbau ke arab-arab mereka cela dan mereka tolak mentah-mentah dengan mengkambing hitamkan budaya. Berbagai macam kampanye dan upaya untuk pendeskriditan budaya yang katanya Arab ini mereka lakukan.

Padahal minimalnya, kalau kita mau sedikit saja menyadari Agama kita saat ini dapat dipelajari dengan bahasa Arab, Agama Islam yang kita anut sampai sekarang ini turun di Arab dengan Nabi yang berdarah Asli Arab, Kitab terbesar sebagai rujukan utama kita ini berbahasa Arab, hadits sebagai penjelasnya juga berbahasa Arab, Para Sahabat yang telah di pilih untuk mendampingi Rasul-Nya juga kebanyakannya orang Arab dan Berbahasa Arab, Baitullahil Harom yang menjadi pusat Ibadah Haji seorang Muslim juga ditanah Arab dan banyak lainnya yang itu berkaitan dengan Arab.

Lalu kenapa di negeri kita ini yang mayoritasnya muslim, banyak dari mereka yang anti dengan sesuatu yang berbau kearab-araban. Sampai-sampai opini terparah yang kita dapati pada hari ini adanya penolakan syariat Jilbab dengan alasan itu hanya budaya Arab sehingga muslimah tidak wajib pakai Jilbab.

Sungguh fenomena yang menyedihkan. Di satu sisi kebanyakan dari masyarakat kita mengagung-agungkan budaya barat, dan disisi lain mereka menjatuhkan dan mendeskriditkan budaya Arab. Padahal tidak semua yang mereka anggap budaya Arab itu memang benar adanya sebagaimana yang mereka persangkakan.

Sebagai contoh saja, seperti syariat memakai jilbab, tentu ini sudah dikenal bagian dari syariat Islam yang perintahnya telah ada di dalam al-Qur’an dan Sunnah yang jelas. Contoh lain seperti mengenakan cadar, tentu ini kita dapati kebanyakan pemakainya adalah orang-orang Arab, namun ternyata ini juga di syariatkan dan di amalkan oleh Istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan di al-Qur’an pun terdapat nashnya yang telah ditafsir oleh Sahabat Nabi. Yang hasil dari hukum cadar ini hanyalah terdapat dalam dua kemungkinan yaitu Wajib atau Sunnah. Yang artinya memakai cadar bagi muslimah merupakan bagian dari syariat Islam. Dan masih banyak contoh lainnya.

Lalu sebenarnya apa latar belakang dari kamapanye anti Arab ini? Apakah benar yang mengawali kebencian terhadap budaya Arab ini adalah benar-benar karena budayanya, ataukah ternyata ada settingan lain yang tujuan utamanya adalah melepaskan atribut Islam sedikit demi sedikit dari pemeluknya.

Hal ini tentu perlu penelitian dan penelusuran lebih lanjut untuk dapat membuktikannya. Walaupun secara kasat mata dapat kita lihat biang kerok dari semua ini salah satunya adalah orang-orang dari jalur LIBERAL dari berbagai macam nama kelompoknya yang sudah tentu kita ketahui bersama keinginan mereka ingin menghilangkan agama di antara kita semua.

Maka sebagai seorang muslim kita harus lebih arif dan lebih selektif lagi ketika mendapatkan berita – berita yang memojokkan Islam atau yang berkedok memojokkan budaya Arab. Kita seleksi dulu, kalau perlu kita croscek berita tersebut apakah benar adanya ataukah hanya penyebas Isu yang tidak benar. Kalau perlu mari kita hapus dari daftar referensi kita media-media liberal, media-media non muslim, media-media yang anti Islam yang sering dalam beritanya memojokkan islam dengan kedok budaya Arab. Kalau kita mampu mari kita dirikan media-media pendukung Islam, media-media yang mesyiarkan Islam, media-media yang menyajikan fakta-fakta tentang keindahan Islam untuk mengimbangi kapanye – kampanye hitam terhadap agama kita ini. Mudah-mudahan Allah mudahkan kita untuk dapat memilih dan memilah, mana yang haq dan mana yang bathil, sehingga kita diselamatkan dari berbagai macam fitah di dunia ini. Dan hanya kepada Allah lah kita memohon taufiq dan pertolongannya. Wallahu a’lam.

Fanspage RUMAH BELANJA MUSLIM
Akun FB RUMAH BELANJA WHYLUTH

Read More »