• Pendaftaran Group WA RBM Quotes

    Saat ini Rumah Belanja Muslim membuka Group WhatsApps (WA) khusus akhwat. Group ini kami beri nama “RBM Quotes”. Gabung di group inu GRATIS, siapa saja boleh gabung asal muslimah dan siap menjaga adab dan mematuhi peraturan Group.

  • Kain Shakila

    Pernah dengar kain shakila ? Atau pernah liat kain shakila ? Apakah jenis kain shakila ini adem dan bagus ? Yuk kita sedikit ulas kain shakila yang sekarang lagi banyak diminati ini.

  • Untuk Apa Medsos Kita

    Untuk apa sosmed kita ? Mungkin ini adalah pertanyaan yang tepat yang dapat kita tujukan kepada diri kita masing - masing....

  • Mengapa Anak Berbusana Syar'i Sejak Dini ?

    Melihat anak - anak yang belum baligh memakai busana syar'i bahkan ada yang di pakaikan cadar oleh orang tuanya. Mungkin ada sebagian dari kita yang bertanya - tanya. Emang harus ya anak - anak di kasih baju seperti itu ?

  • Jangan Malu Memakai Sirwal Laa Isbal

    Kalimat ini mungkin cocok untuk kita sampaikan kepada saudara - saudara kita yang ingin berhijrah mengenakan pakaian yang Islami, namun masih sungkan dan malu - malu memakainya.

Tampilkan postingan dengan label pendidikan anak dalam keluarga. Tampilkan semua postingan

Yang Harus Di Hindari Saat Anak Di Rumah

0 komentar
Yang Harus Di Hindari Saat Anak Di Rumah
Yang Harus Di Hindari Saat Anak Di Rumah

Yang Harus Di Hindari Saat Anak Di Rumah
Yang Harus Di Hindari Saat Anak Di Rumah
Mendidik anak bukan hanya masalah memilih sekolah atau pesantren yang berkualitas atau sekolah favorit bagi buah hati kita. Bahkan lebih dari itu semua, proses yang mendasar dalam mendidik anak adalah ketika anak ada di rumah bersama orang tua nya. 

Karena di awal masa kehidupannya, anak akan lebih banyak berinteraksi dengan orang - orang yang ada di rumah nya. Maka hal ini menjadi peluang bagi kita untuk memanfaatkan waktu - waktu emas dalam pendidikan anak di rumah. 

Dalam mendidik anak di rumah, ada beberapa hal yang harus di perhatikan oleh setiap pendidik yaitu orang tua. Hal - hal tersebut hendak nya di hindari dan di jauhkan dari anak - anak kita, untuk kebaikan pendidikan anak kita. 

Beberpa hal yang harus di perhatikan dan di hindari bagi orang tua dalam mendidik anak di rumah nya diantaranya dapat kami sebutkan dalam beberapa point berikut.

  • Menonton TV 

Mengapa anak di rumah hendaknya di hindarkan atau minimal di kurangi dari menonton tv ? Jawabannya sangat banyak alasan mengapa anak harus di jauhkan / di kurangi dari nonton tv. 

Diantara nya pertama dalam acara - acara tv saat ini terlalu banyak hal buruk yang di tayangkan. Dari berbagai macam acara yang berbau kesyirikan, kemaksiatan, dan kemungkaran membuka aurat, zina, kebohongan, permusuhan, dan lain sebagainya. 

Belum lagi hampir di setiap acara televisi kita hampir semuanya di selipi oleh musik - musik yang ini tentu termasuk hal yang di haramkan dalam Islam. 

Berikutnya juga termasuk hal yang membahayakan bagi anak yang terlalu sering menonton tv yaitu anak akan kesanduan, ia akan lalai dari segala hal. Aktivitasnya hanya akan berputas di sekitar televisi dan acara - acara nya. 

Anak lalai dari sholat, bahkan meninggalkan sholat karena terlalu asyik menonton tv. Anak melakukan kekerasan karena menonton acara perkelahian pertarungan pertempuran. Anak menjadi apatis dan kurang mampu bersosialisasi karena terlalu kecanduan dengan televisi dan acara - acara nya yang merusak. Dan lain sebagainya. 

Maka dengan keadaan seperti ini, sudah selayaknya orang tua yang ingin berhasil dalam mendidik anak nya di rumah. Ia menghindarkan anak - anak dari tayangan - tayangan yang berbahaya di televisi. 

  • Gadget 

Diantara hal yang hendaknya menjadi perhatian setiap orang tua yaitu memberikan gadget untuk buah hati. 

Mungkin ada sebagian orang tua yang memberikan gadget, mengajarkan anak - anak untuk bisa menggunakan smartphone dengan tujuan agar sang anak melek teknologi, agar anak lebih kekinian, gak gaptak dan selainnya. 

Pertanyaan nya kira - kira apakah dengan sang anak melek teknologi sejak dini ini akan mendapat maslahat yang banyak, atau justru lebih banyak mudhorotnya ? 

Sementara ketika anak bermain gadget, bermain smartphone tablet dan sejenisnya kesenangan mereka adalah menonton video, main game, dan sejenisnya. 

Jika hal seperti ini tidak di pantau, dan anak di bebaskan begitu saja bersama dengan gadget nya, maka betapa banyak bahaya dan keburukanyang mengintainya. 

Dari video - video yang tidak pantas di lihat, dari musik - musik yang haram, dari game - game yang melalaikan, bahkan game berbau pornografi sampai pelecehan agama. 

Maka tidak selayaknya orang tua yang menyayangi anak - anaknya, mereka biarkan anak - anak bebas bermain dengan smartphone di tangannya. 


  • Game 

Main game adalah sesuatu yang di gemari mulai dari anak - anak sampai dewasa sekalipun. Betapa banyak kita lihat orang - orang kecanduan dengan game ini. Anak sekolah, mahasiswa berani meninggalkan kewajibannya belajar sebagai pelajar dan mahasiswa hanya untuk memnuhi syahwat nya terhadap game ini.

Jika dahulu game yang populer di mainkan anak - anak adalah permaian di dunia nyata. Main gobak sodor, main bola kasti, sepak bola, voly, dan sejenisnya yang tidak membahayakan dan bermanfaat. 

Namun sekarang ternyata anak - anak kita sudah mulai berubah permainannya. Mereka lebih suka mantengin smartphone berjam jam hanya untuk bermain game onlie atau gams yang ada di hanphone. 

Tentu hal inilah yang harus di perhatikan oleh setiap orang tua. Jangan sampai anak - anak menjadi apatis terhadap lingkungan, hanya karena asyik sendiri dengan game yang ada di smartphone nya. 

Ketika anak sudah mengenal asyiknya bermain game berjam jam di depan smartphone, PS dan sejenisnya. Maka ia akan enggan belajar, karena menurutnya aktifitas belajar adalah aktifitas yang menjemukan. 

Betapa banyak manusia yang di lalaikan dari berbagai macam hal kebaikan, hanya karena game ini. Bahkan waktu sholatpun bisa di tunda karena tidak mau ketinggalan dan terluputkan dari bermain game ? 

Maka sudah sepantasnya bagi orang tua untuk mengawasi anak - anak nya di rumah terhadap game yang melalaikan ini. 

  • Mendengarkan Musik 

Salah satu hal yang harus di perhatikan dan di hindari oleh orang tua ketika anak nya di rumah adalah mendengar musik. 

Mungkin bagi sebagian kita mengganggap gak ada masalah mendengarkan musik. Bahkan sejak bayi di dalam kandungan ada yang negajarkan dan mendengarkan musik bagi buah hati nya. 

Namun sebagai seorang muslim, tentu kita lebih mndahulukan syariat ISlam daripada yang lain. Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengharamkan musik, maka kita pun tidak mendekatinya apalagi memperdengarkannya kepada anak - anak. 

Betapa banyak kerusakan yang akan di timbulkan dari mendengar musik. Anak akan lalai dari membaca al-Quran, susah khusyu saat beribadah karena terngiang - ngiang alunan musik, melalaikan dari mengingat Allah, lirik yang mengajak pada perbuatan keji, maksiat dan dosa, dan masih banyak lagi efek buruk mendengarkan musik. 

Maka bagi siapa saja yang perhatian terhadap pendidikan anak - anaknya, hendaknya ia jauhkan musik dadri kehidupan di rumah maupun dimanapun. 

Semoga Allah berikan hidayah kepada kita semua, semoga Allah jadikan anak kita sebagai anak yang shalih dan shalihah. Aamiiin.


  • Teladan Orang Tua 

Masih berkaitan dengan hal - hal yang harus di perhatikan orang tua ketika anak nya di rumah, dalam hal mendidik anak

Diantaranya adalah memberikan teladan yang baik kepada anak
Ketika orang tua memerintahkan kepada kebaikan, maka hendaknya ia lah yang pertama kali melakukannya.

Begitu juga ketika ia memerintahkan menjauhi keburukan dan hal - hal yang di larang dalam Islam, maka hendaknya ia lah pionir pertama kali orang yang menjauhinya.

Oleh karenanya, jangan sampai lisan orang tua berada di suatu lembah sementara amalan berada di lembah yang lainnya.

Hal ini akan memunculkan kotradiksi bagi anak. Sehingga ia pun tidak terlalu mau menderngarkan apa yang menjadi perintah orang tua.

Karena di saat perintah itu di layangkan kepada anaknya, dalam waktu itu juga ia sendiri yang menyalahi perintahnya.

Mari kita renungkan Firman Allah ta'ala,

أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنسَوْنَ أَنفُسَكُمْ وَأَنتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Mengapa kalian suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kalian melupakan diri kalian sendiri, padahal kalian membaca Al-Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kalian berpikir ? (QS. Al Baqarah : 44)

Juga firman Allah ta'ala,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ, كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ

Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tiada kamu kerjakan. Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan.(QS. Ash-Shaf : 2-3)

Maka mari perhatikan lagi sikap kita di rumah, di hadapan anak - anak kita. Apakah benar kita sebagai orang tua sudah bisa memberikan teladan yang baik bagi mereka. Ketika kita memerintah dan melarang, maka kita lah yang pertama kali melakukannya.

Urgensi besarnya pengaruh metode pendidikan melalui teladan ini juga di sebabkan karena sebagaimana yang di sebutkan oleh para Ulama bahwasannya perbuatan itu lebih mengena untuk diikuti dari pada perkataan.

Semoga Allah ta'ala memberikan Taufiq kepada kita semua, untuk bisa menyelaraskan perkataan dan amalan, serta dapat menjadi teladan yang baik bagi anak keturunan kita. Amiin.

  • Adil Kepada Anak 

Masih berkaitan dengan hal - hal yang hendaknya di perhatikan dan di jauhi ketika anak - anak sedang ada di rumah yaitu hendaknya orang tua bersikap adil kepada semua anaknya.

Jangan bedakan antara laki - laki atau perempuan. Namun berbuatlah adil diantara mereka. Karena sikap yang tidak adil, membedakan antara satu anak dengan anak yang lainnya dapat menimbulkan kebencian antara mereka (anak).

Dan berbuat adil antar anak baik laki laki maupun perempuan, dapat menumbukan kecintaan sesama mereka.

Berkaitan dengan dengan berbuat adil kepada anak baik laki - laki ataupun perempuan ini, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda,

اتقوا الله واعدلوا في أولادكم

“Bertakwalah kalian kepada Allah, dan berlaku adillah kalian terhadap anak-anak kalian.” (HR. Muslim)

Berlaku adil kepada anak adalah sebuah kewajiban bagi orang tua terhadap anak - anaknya. Yaitu dalam perkara lahiriah, baik berupa kasih sayang, ciuman, hadiah atau selainnya yang bersifat lahiriyah.

Sementara jika hal yang berkaitan dengan perasaan hati orang tua, adanya kecenderungan kasih sayang yang lebih besar kepada salah satu dari anak - anaknya. Maka hendaknya hal ini tidak sampai nampak dan di perlihatkan di dalam muamalahnya sehari hari kepada anak.

Semoga Allah berikan sikap adil kepada kita semua, terhadap anak-anak kita, baik yang laki - laki maupun perempuan. Amiin. 


  • Pergaulan Anak

Diantara hal yang hendaknya di perhatikan ketika anak di rumah yaitu hendaknya setiap orang tua memperhatikan dengan siapa anak - anaknya bergaul, siapa teman dekatnya, bagaimana lingkungannya bergaul.

Disadari atau tidak di sadari, teman dekat, lingkungan ini memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kepribadian anak, perangai anak, agama anak. 

Ketika ia bergaul dan berteman dengan orang - orang yang baik agamanya, maka ini akan memberikan pengaruh positif pada diri anak kita. 

Namun ketika anak bergaul dengan orang - orang yang jelek agamanya, berteman dekat dengan orang yang kurang bagus agamanya, maka hal ini akan memberikan pengaruh negatif yang besar pada anak. 

Berkaitan dengan memilih teman bergaul ini, mari kita perhatikan apa yang pernah di sabdakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berikut, 

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Admin | www.RumahBelanjaMuslim.Blogspot.Com

Read More »

Pendidikan Anak Dalam Keluarga

0 komentar

Pendidikan Anak Dalam Keluarga
Pendidikan anak adalah hal yang sangat penting di dalam Islam. Sebagaimana hal itu di tunjukkan ayat – ayat di dalam Al-Qur’an yang menjelaskan tentang nasihat dari Luqman kepada anaknya. Yang utamananya adalah menasehati anak agar tidak melakukan syirik, mengajarkan tauhid dan agama yang benar. Inilah pokok dalam agama Islam.

Pendidikan anak ini dapat di mulai sejak si buah hati berada di dalam kandungan, bahkan di mulai sejak pra nikah. Upaya mendidik anak sebelum nikah ini dapat di lakukan dengan cara memilih pasangan hidup yang baik, yang mengerti agama atau minimal mau belajar agama yang haq ini. Terutama adalah seorang ibu. Karena Seorang ibu adalah madrasah pertama bagi anak, yang kelak akan mendidik dan mengarahkan anak-anak muslim kita.

Saat si buah hati di dalam kandunganpun orang tua juga dapat memulai pendidikan Islami pada anaknya. Kebanyakan di masyarakat saat ini berkembang bahwa, agar si anak cerdas kelak, maka sering di perdengarkan musik-musik klasik kepada si buah hati sejak di dalam kandungan. Hal ini adalah pandangan yang salah. Bagaimana sesuatu yang melalaikan dapat membuat anak cerdas?? Justru bisa berakibat perkembangan anak yang kurang baik karena bersebrangan dengan syariat Allah. Kebiasaan mendengar musik ini hanyalah kebiasaan orang-orang non muslim. Bahkan penelitian bantahan terhadap pengaruh musik terhadap janin inipun sudah ada. Maka bagi kita seorang muslim, seharusnya bukan sering di perdengarkan musik, tetapi perdengarkanlah Al-Qur’an.

Selain itu kesholihan orang tua juga dapat berpengaruh pada anak. Sebagaimana hal ini telah kami singgung pada artikel PendidikanIslam Anak berkenaan dengan keshalihan orangtua terhadap anak. Maka jika kita menginginkan pendidikan yang terbaik untuk anak kita, menginginkan anak kita menjadi anak yang shalih da shalihah, hal ini haruslah di mulai dari diri kita sendiri sebagai orang tua. Karena jika kita tanya para preman, pemabok di pinggir jalan, maka mereka juga menginginkan anaknya tidak seperti mereka, mereka menginginkan anaknya menjadi anak yang shalih dan shalihah. Namun bagaimana mereka dapat mendidik anaknya menjadi anak shalihan jika mereka sendiri saja seperti itu? Maka sebagai seorang muslim jangan sampai kita berangan-angan kosong tanpa usha, kita harus memulai pendidikan anak ini dari diri kita sendiri dan menerapkannya dalam hidup sehari-hari.

Maka di sini dapat di lihat, pendidikan pertama kali yang di dapatkan oleh seorang anak adalah di dalam keluarga. Pendidikan anak dalam keluarga adalah pokok dasar pendidikan anak. Dimana anak belum mengenal lingkungan di luar, maka mereka yang pertama kali mengenal linkungan keluarga termasuk kebiasaan di dalamnya. Maka mendidik anak ini dapat di lakukan dan di dasari melalui pendidikan dalam keluarga melalui pembiasaan yang Islami di dalam keluarga. Misalnya dengan membiasakan sholat tepat waktu, dan di masjid untuk laki-laki, mengajarkan dan membiasakan membaca Al-Qur’an, dzikir pagi sore, membiasakan berdoa sebelum melakukan sesuatu, mengajarkan akhlak kepada orang tua, kepada keluarga, dan kepada orang lain, membiasakan berbiaca yang baik, dan banyak lagi yang lain. Dengan memberi pembiasaan yang Islami pada anak ini sejak di dalam keluarga, maka insyaa Allah mereka akan lebih bisa memproteksidirinya kelak saat mengenal lingkungan luar.

Jika kita lihat saat ini cukup banyak dari orang tua muslim yang cuek dengan pendidikan anak dalam keluarga. Mereka beranggapan bahwa pendidikan itu cukup di serahkan kepada sekolah-sekolah. Dan akhirnya mereka berlepas tangan dengan pendidikan anaknya dengan menyerahkan semuanya di sekolah atau pondok-pondok pesantren. Dan ketika anaknya melanggar atauran atau berbuat kesalahan, maka mereka capat-cepat menyalahkan pihak sekolah atau pesantren. Dan memang inilah potret pendidikan anak di masyarakat kita.

Yang harus di sadari bahwa kewajiban mendidik anak adalah milik orang tua. Bukan sekolah, bukan pesantren atau yang lainnya. Maka sebagai orang tua, seharusnya tidak mengalihkan tanggang jawab ini kepada pihak lain. Karena kelak setiap jiwa akan di tanya tentang kepemimpinannya dan bagaimana dia memimpin. Dan orang tua adalah pemimpin bagi anak-anaknya. Ayah adalah pemimpin bagi keluarganya, iu adalah pemimpin di rumah tangga. Maka wajib bagi orang tua mendidik anak dengan pendidikan yang Islami mulai dari dalam keluarga. 

Mari like fanpage kami di : RUMAH BELANJA MUSLIM 
Jual Gamis Pria

Read More »

Sudah Benarkah Pendidikan Anak Kita?

0 komentar

Pendidikan anak sangatlah penting dalam membentuk kepribadiannya kelak. Maka baik atau buruknya pendidikan anak kita saat kecil, bahkan saat dalam kandungan, dengan izin Allah akan berpengaruh terhadap kepribadian anak ketika dewasa. Anak yang di didik dengan pendidikan yang baik, dengan izin Allah akan tumbuh berkembang menjadi pribadi yang baik pula saat dewasanya, anak yang di didik dengan pendidikan yang buruk maka atas izin Allah pun akan berkembang menjadi pribadi yang buruk pula.

Namun hal ini bukanlah rumus yang pasti dalam pendidikan anak. Karena semua itu tetap berdasar pada kehendak Allah. Bisa saja anak yang saat kecil tidak terlalu mendapat pendidikan yang baik oleh orang tuanya, namun atas Rahmat dan Taufiq Allah tumbuh saat dewasa menjadi pribadi yang baik, dan bisa juga sebaliknya. Intinya semuanya adalah bergantung pada kehendah Allah subhanahu wa ta’ala.

Peranorang tua dalam pendidikan anak sangatlah penting. Karena orang tua adalah orang yang paling bertanggung jawab dan seharusnya paling banyak intensitasnya berinteraksi dengan anak. Maka dalam mendidik pun orang tua lah sebagai kunci yang menentukan mau di bawa kemana arah pendidikan seorang anak. Apakah akan berkiblat pada pendidikan yang berfokus pada dunia, pendidikan anak yang ber kiblat ke barat, atau cukup dengan pendidikan anak yang Islami.

Namun, banyak juga yang mesti di sayangkan. Ternyata banyak juga orang tua yang lalai dalam perhatiannya terhadap pendidikan anak. Mereka lebih sibuk dengan urusan dunia mereka hingga lupa, bahwa kelak seorang pemimpin (dalam hal ini orang tua) akan di mintai pertanggung jawaban terhadap kepemimpinannya di akhirat kelak. Seorang ayah akan di tanyakan tetang kepemimpinannya dalam keluarga, bagaimana mereka mentarbiyah keluarga mereka. Seorang ibu akan di mintai pertanggung jawabannya terhadap kepemimpinannya dalam rumah tanggan, pendidikan anak-anak nya. Karena seorang ibu adalah madarasah pertama bagi anak.

Maka peran orang tua dalam pendidikan anak sangatlah di butuhkan oleh seorang anak. Jangan sampai kita serahkan pendidikan anak kita kepada para pengasuh-pengasuh anak yang tidak memperhatikan pendidikannya, kepada lingkungan yang sudah kacau, atau kita rela anak kita didik oleh telivisi yang jika di lihat di dalamnya antara maksiat dan manfaat justru lebih banyak maksiat. Ingatlah wahai para orang tua, anak yang shalih adalah bekal amal yang tidak akan terputus ketika kita  sudah meninggal. Maka perhatikan kemana arah tujuan pendidikan anak kita. Sudah benarkah pendidikan anak kita.

Jika kita lihat kenyataan di masa ini. Banyak orang tua dari seorang anak muslim yang fokus pendidikan anak adalah fokus kepada tujuan dunia. “Nak, kamu harus sekolah atau kuliah disini dengan jurusan ini, agar nantinya kamu bisa mudah di terima kerja di perusahaan, atau mudah menjadi PNS”. Itulah sedikit gambaran kebanyakan pendidikan anak muslim kita. Dengan mereka berfokus mendapat pekerjaan dan bisa berhasil mendapatkan dunia, mereka lupa mengajarkan pendidikan Islam untuk anak mereka. Mereka lalai bahwa hakikat di ciptakannya manusia adalah untuk mengikhlaskan beribadah hanya kepada Allah. Sehingga tujuan mereka hanyalah dunia yang sangat terbatas kenikmatannya.

Ingatlah perkataan Imam Ibu Qoyyim al Jauziyyah, bahwa orang yang cinta kepada dunia itu tidak akan terlepas dari tiga hal, yaitu kesedihan yang harus diterima, keletihan yang terus-menerus, dan kerugian yang tidak ada habisnya. Maka masihkah fokus pendidikan anak kita hanya pada dunia saja jika telah melihat kenyataan diatas.

Dalam mendidik seorang anak, seharusnya orang tua tidak melupakan pendidikan Islam untuk anak. Karena bekal untuk melakukan ibadah penghambaan diri kepada Allah adalah ilmu agama. Pembentuk akhlak dalam diri anak adalah ilmu agama yaitu Islam. Maka pokok pendidikan yang harus di tanamkan pertama kali dalam diri anak adalah pendidikan anak dalam agama Islam. Dengan bekal yang baik dalam pendidikan Islam ini, maka niscaya seorang anak akan dapat menimbang mana yang baik, dan mana yang buruk memakai timbangan Islam. Bukan timbangan syahwat nya.
Wallahu a’lam. 

Read More »

Pengaruh Lingkungan Terhadap Pendidikan Anak

0 komentar

Lingkungan merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi pendidikan anak, baik lingkungan keluarga, lingkungan anak bermain, lingkungan anak bergaul, dan lingkungan anak belajar. Hal ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan pendidikan anak, karena memang keseharian anak yang berada di lingkungan tersebut. Pengaruh lingkungan terhadap pendidikan anak ini bisa positif juga bisa negative. Maka sebagai orang tua, kita sudah seharusnya memperhatikan hal ini terhadap pendidikan anak kita. 

Pasti semua orang tua menginginkan pendidikan anak nya akan lebih baik dari orang tua. Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya akan tumbuh dengan baik dan menjadi pribadi yang tinggi kelak. Hal ini dapat tercapai jika orang tua memperhatikan pendidikan anak nya sejak dini. Memperhatikan lingkungan dimana tempat anak tersebut sering bergaul, seperti keluarga, tetangga, teman-temannya, tempat belajarnya dan lainnya.

Yang pertama harus diperhatikan adalah pendidikan anak dalam keluarga. Kita harus mengetahui terlebih dahulu kultur kebiasaan di lingkungan keluarga kita. Apakah lingkungan keluarga kita ini dapat berpengaruh baik atau malah justru sebaliknya terhadap pendidikan anak kita. Untuk menjaga anak dari pengaruh-pengaruh lingkungan yang kurang baik, maka kita harus membekali anak dengan akidah yang benar, menanamkan pola pikir yang yang baik, membentuk mental yang kuat yang tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan, membentuk kepribadian yang Islami pada anak.

Setalah membekali anak mulai dari lingkungan keluarga, maka yang selanjutnya adalah orang tua harus memperhatikan lingkungan anak bermain. Dimana anak bisa bermain dan banyak menghabiskan waktunya di luar. Siapa saja teman-teman bermain anak kita. Apaakah lingkungan bermainnya aman dari pemahaman-pemahaman yang menyimpang, apakah lingkungan bermainnya aman terhadap pendidikan anak. Karena kebanyakan anak, akan mudah terpengaruh dengan kebiasan teman bermainnya. Maka pilihkanlah teman-teman yang baik sebagai teman bermain anak kita. Karena lingkungan bermain ini akan juga besar pengaruhnya terhadap pendidikan anak.

Yang tidak kalah penting juga dalam pendidikan anak adalah pengaruh lingkungan belajar anak. Dalam hal ini khusunya adalah pengaruh lingkungan sekolah anak. Jika anak sudah mulai usia-usia sekolah, maka keseharian anak tidak akan dari lingkungan sekolah. Lingkungan sekolah ini merupakan salah satu sarana juga untuk pendidikan anak. Namun dalam memilih sekolah untuk anak pun harus diperhatikan. Apakah sekolah tersebut dapat memberikan pendidikan yang benar untuk anak kita, apakah sekolah tersebut aman untuk akidah anak, dan juga bagaimana lingkungan sekolah dan guru-guru pengajarnya, serta kebiasaan di sekolah apakah aman dari kebiasaan-kebiasaan yang tidak Islami. Maka orang tua juga harus memperhatikan di mana anak akan sekolah, karena ini sangat besar juga pengaruhnya terhadap pendidikan anak.

Dari sedikit penjabaran di atas, secara garis besar dapat kita lihat, bahwa semua pengaruh lingkungan dalam pendidikan anak tidaklah terlepas dari peran orang tua dalam mendidiknya. Karena kunci pokok dalam pendidikan anak adalah bagaimana orang tua mendidiknya dan menjaganya dari pendidikan-pendidikan yang kurang baik. Orang tua lah yang salah satunya dapat mengarahkan anak untuk menjadi seorang anak yang muslim atau kafir. Orang tua lah yang dapat mengarahkan anak terbiasa berbuat maksiat ataupun amal shalih. Maka peran orang tua dalam mendidik anak adalah kunci pertama yang harus di benahi.
Dalam mendidik anak pun, sebagai seorang muslim, sudah sewajarnya jika pendidikan tersebut di landasi pada pendidikan yang Islami. Karena dengan mendidik anak secara Islami, maka anak akan lebih takut terhadap pebuatan dosa. Karena semua adalah berlandaskan pada ketaatan kepada Allah. Buka kepada manusia. Ketika anak ditanamkan dalam hatinya rasa takut hanya kepada Allah maka dia akan lebih sungkan untuk mendurhakainya. Tetapai jika landasan pendidikan anak adalah bukan landasan pendidikan yang Islami, dan justru malah ber kiblat pada pola pendidikan barat, yang bebas, suka perayaan-perayaan yang tidak Islami, matrealistis, berpakaian seba minim, maka impian orang tua untuk memiliki investasi amalan akhirat adalah sekedar mimpi belaka, bak angan-angan yang kosong tanpa usaha. Maka setiap muslim, wajib mendidik anaknya dengan cara yang Islami.
Wallahu a’alam. 

Read More »

Pendidikan Islam Anak 2

0 komentar

Tidak di ragukan lagi bahwa semua orang tua mendambakan anak yang shaleh dan shalehah yang kelak akan menjadi salah satu amalan yang tidak terputus setalah meninggal. Namun hal ini haruskan di usahakan oleh setiap orang tua melalui menanamkan pendidikan islam pada anak semenjak kecil. Karena dengan anak dibiasakan hidup dengan landasan syariat Islam dari kecilnya, maka insyaa Allah kelakpun sudah tidak asing dengan ajaran Islam.

Yang tidak kalah penting dalam mendidik anak secara Islami adalah dengan terus mendoakannya, seperti yang telah di contohkan oleh Para Nabi dahulu. Misalnya seperti doanya Nabi Ibrahim ‘alaihissalam yang di sebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam al Qur’an yang artinya,

“Wahai Rabb-ku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shaleh.” (QS. Ash-Shaffat: 100).

Dan di ayat yang lain,

“...dan jauhkan aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala.” (QS. Ibrahim: 35).

Itulah contoh dari para Nabi yang patut untuk kita teladani dalam rangka mendidik anak secara islami. Karena sebaik-baik contoh yang dapat kita lakukan adalah contoh dari orang –orang terbaik di zaman nabi dan zaman-zaman keemasannya.

Selain dengan cara berdoa, ternyata dalam pendidikan anak dalam keluarga, keshalihan orang tuapun berpengaruh. Bukti dari pengaruh keshalihan orang tua dalam pendidikan anak dalam keluarga seperti yang kami kutipkan dari Majalah As Sunnah Edisi 03 yaitu, kisah Nabi Khidhir yang menegakkan tembok dengan sukarela tanpa meminta upah, sehingga Musa ‘alaihissalam menanyakan alasan mengapa ia tidak mau mengambil upah. Allah ‘azza wa jalla berfimran memberitakan perkataan Nabi Khidhir, yang artinya,

“Adapun dinding rumah itu adalah kepunyaan dua anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang shalih, maka Rabbmu menghendaki agar supaya mereka sampai pada kedewasaan dan mengeluarkan simpanannya itu sebagai rahmat dari Rabbmu dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya.” (QS. Al-Kahfi:82).

Dalam menafsirkan Firman Allah ‘azza wa jalla “dan kedua orang tuanya adalah orang yang shalih”, Ibnu Katsir berkata, “Ayat diatas menjadi dalil bahwa keshalihan seseorang berpengaruh kepada Anak cucunya di Dunia dan di Akhirat, berkat ketaatan dan syafaatnya kepada mereka, maka mereka terangkat derajatnya di surga agar kedua oran tuanya senang dan berbahagia sebagaimana telah di jelaskan dalam Al Qur’an dan As Sunnah.” (Tafsir Ibnu Katsir, 5/141).

Ini sebabnya bahwa peran keluarga dalam pendidikan anak sangatlah besar. Dengan menjadi suri tauladan yang baik dari keluarga, maka anak pun akan mencontohnya. Jika contoh dari perilaku keluaga itu baik, maka anak akan mencontohnya baik pula, dan begitu pula sebaliknya. Maka salah satu pendidikan yang sangat baik untuk anak di dalam keluarga adalah dengan memulai dari diri sendiri. Yaitu dengan cara memperbaiki pola prilaku kedua orang tua dan orang-orang yang berada di sekitarnya, menginget peran keluarga dalam pendidikan anak cukup besar.

Selain memperbaiki mulai dari orang tua dan keluarga, maka langkah yang sangat baik di terapkan dalam mendidik anak secara Islam yaitu dengan menanamkan komitmen yang kuat terhadap syariat Allah. Membiasakan kehidupan di dalam keluarga dengan berlandaskan pada Al-Qur’an dan As Sunnah yang shahih dan pemahaman yang benar. Jika di dalam keluarga sudah tertanam komitmen dan budaya yang Islami, maka anak akan lebih mudah untuk mengerti akan syariat Allah ini.

Jika kita lihat saat ini, betapa banyak orang-orang, anak-anak yang sangat asing dengan ajaran Islam. Betapa banyak keluarga muslim yang ternyata di rumahnya kurang diterapkan syariat Islam ini. Bahkan sebagian kita ada yang beranggapan bahwa jika kita hidup berlandaskan syariat Islam, termasuk orang-orang yang kuno, fanatik, dll. Hal inilah yang harus di cegah dari pendidikan Islam anak kita. Bahwa Islam hanya sekedar berikrar kalimat syahadat dan tidak melakukan konsekwensi yang lain. Maka seharusnya setiap keluarga muslim terus menanamkan kedalam benak pemikiran anak bahwa Islam itu adalah agama yang bisa di terapkan di semua zaman, dan Islam itu adalah satu-satunya agama yang telah mengatur seluruh segi kehidupan manusia. Agar anak-anak kita kelak dapat tumbuh dan menjadi generasi penerus Islam yang baik, yang tidak asing dengan agamanya sendiri.
Wallallahu a’alam.  



Read More »

Pendidikan Islam Anak

0 komentar

Anak merupakan rizki yang banyak orang tua menginginkannya. Setiap orang yang menikah, menginginkan dalam rumah tangganya dianugrahi oleh Allah seorang anak. Anak merupakan pelengkap kebahagiaan bagi orang tua.

Hampir semua orang tua mengharapkan anaknya menjadi shaleh dan shalehah. Bahkan tidak hanya orang tua yang mengerti agama, orang tua yang masih begelimang dengan maksiatpun menginginkan anaknya kelak tidak akan mengikuti jalannya yang salah. Karena memang pada dasarnya orang yang melakukan kemaksiatan, mereka menyadari bahwa kemaksiatan itu adalah di larang dan perbuatan dosa, namun belum kuasa untuk menahan keinginan buruknya itu.

Maka kita sebagai seorang yang muslim, pasti juga mendambakan anak kita menjadi anak yang shaleh, taat kepada Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, taat kepada orang tua serta bertaqwa kepada Allah. Namun untuk mendapatkan anak yang shaleh tidak serta merta dengan keinginan dan harapan kosong tanpa usaha kita bisa mendapatkannya. Banyak hal yang semestinya kita usahakan untuk mendapatkan apa yang di harapkan tersebut.

Saat kita memiliki harapan, maka kita harus mengusahan melakukan sebab-sebab untuk menapai harapan tersebut. Misalnya saat kita ingin memiliki anak yang shaleh, maka kita harus melaksanakan sebab-sebab bagaimana anak kita bisa menjadi anak yang shaleh. Namun yang harus di perhatikan juga, bahwa dengan kita menjalani sebab – sebab tersebut maka sudah pasti anak kita kelak menjadi shaleh juga. Tetapi setelah kita menjalani sebab, misalnya dengan mendidik anak secara Islami, maka ssetelahnya kita serahkan kepada Allah. Karena hanya Allah lah yang maha berkehendak terhadap segala sesuatu. Barang siapa yang di kehendaki kebaikan padanya, maka Allah akan berikan kebaikan itu dan juga sebaliknya.

Hal ini bisa kita lihat dari kisah nabi Nuh ‘alaihissalam yang beliau adalah seorang Nabi, seorang yang shaleh, namun ternyata anak beliau juga tidak beriman kepadanya atas kehendak Allah. Lihat pula kisah nabi Ibrahim ‘alaihissalam yang beliau adalah seorang nabi, orang yang shaleh dan ternyata ayah beliau adalah pembuat patung-patung yang menjadi sesembahan orang di zamannya, dan bapak beliau juga tidak beriman kepada Nabi Ibrahim ‘alaihissalam atas kehendak Allah.

Hal di atas menunjukkan bahwa apapun yang di usahakan tetap saja kembalinya hanya kepada Allah. Seorang manusia tidak mempu memastikan apa yang akan terjadi kelak pada anak kita. Apakah itu kebikan ataukah keburukan. Maka yang seharusnya kita lakukan adalah terus berusaha memberikan pendidikan agama Islam pada anak sejak dini.

Dengan anak di latih, di beri pendidikan ke Islaman sejak dini, maka anak akan lebih cepat memahami agama, dana akan terbiasan hidup dengan aturan Agama Islam. Pendidikan anak ini dapat di mulai dari dalam keluarga. Sejak kapan kita dapat mendidik anak kita? Yaitu sejak sebelum menikah.

Jadi pendidikan anak muslim, semestinya di mulai sejak sebelum menikah. Yaitu dengan cara memilih pasangan suami atau istri yang shaleh ataupun shalehah sebagai pendamping hidup. Memilih ibu yang dapat menjadi madarasah di rumah, yang siap menjadi guru terbaik dalam mendidik anak di dalam keluarga, yang akan terus bersabar dalam mendidiknya dengan agama yang Haq yaitu Islam. Dalam memilih suami pun harus di perhatikan, mencari suami yang dapat menadi pemimpin dalam keluarganya, yang dapat mengarahkan keluarga pada keridhoan Allah, yang dapat mendidik keluarga istri dan anak-anaknya dengan pendidikan Islam.

Namun hal ini tentulah tidak semua orang dapat melakukannya. Karena jika kita lihat, banyak oran-orang yang faham akan agama, dan mau menjalaninya saat mereka sudah tua, saat mereka sudah menikah dan punya anak. Tapi hal ini bukanlah hambatan Insyaa Allah. Apapun yang dapat di lakukan saat kita telah memahami sedikit demi sedikit mengenai Islam, maka kita wajib menyampai pendidikan Islam itu kepada keluarga dan anak-anam muslim kita. Kita harus mulai mendakwahkan di dalam keluarga tentang Agama Islam ini. Kita didik anak-anak kita dengan aturan-aturan syariat yang telah di tetapkan oleh Allah. Kita biasakan hidup berlandaskan pada syariat Islam.
Wallahua’alam 

Read More »